Pildun 2026
Pengamat Ekonomi Unibos: Piala Dunia 2026 Dorong Sektor Hiburan dan UMKM
Dampak ekonomi Piala Dunia bagi daerah lebih banyak dirasakan melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Piala Dunia 2026 tetap memicu perputaran ekonomi Indonesia melalui peningkatan konsumsi di sektor hiburan, kuliner, dan UMKM meski digelar di luar Asia.
- Kegiatan nobar mendorong lonjakan omzet usaha, penjualan televisi, proyektor, perangkat audio, gawai, serta produk merchandise seperti jersey dan konveksi.
- Dampaknya bersifat jangka pendek dan tidak merata, terkonsentrasi di kota besar, dengan kontribusi terhadap PDB diperkirakan hanya 0,1–0,3 persen.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gelaran Piala Dunia 2026 diperkirakan tetap memberikan efek terhadap perekonomian Indonesia.
Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni-19 Juli 2026 ditiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada,
Piala Dunia ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta.
Pengamat Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) Dr Lukman Setiawan mengatakan, dampak ekonomi Piala Dunia bagi daerah lebih banyak dirasakan melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat di sektor hiburan, kuliner, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Jadi efek langsung ke Indonesia tidak sebesar ketika turnamen berlangsung di Asia," kata Lukman, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (9/6/2026).
"Namun tetap ada yang saya sebut sebagai efek bola terhadap perputaran ekonomi,” imbuhnya.
Menurut Lukman, sektor yang paling diuntungkan yakni UMKM dan industri hiburan.
Kegiatan nonton bareng (nobar) di kafe, restoran, warung kopi, hingga lapangan terbuka berpotensi meningkatkan omzet pelaku usaha hingga dua sampai tiga kali lipat, terutama saat pertandingan besar berlangsung.
Selain itu, penjualan televisi, proyektor, perangkat audio, hingga berbagai gawai juga diperkirakan meningkat.
Sebab, masyarakat diprediksi ingin memperoleh pengalaman menonton yang lebih baik selama turnamen berlangsung.
“UMKM juga mendapat manfaat dari meningkatnya permintaan produk kuliner, minuman, hingga merchandise seperti jersey dan produk konveksi," ujar Lukman.
"Pelaku usaha sablon dan konveksi biasanya memperoleh tambahan pesanan selama momentum Piala Dunia,” jelasnya.
Lukman juga menyoroti potensi penurunan produktivitas tenaga kerja saat Piala Dunia 2026.
Sebab, sebagian pertandingan berlangsung pada dini hari waktu Indonesia.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja pekerja pada keesokan harinya, terutama di sektor industri dan manufaktur.
| Piala Dunia 2026 Tak Pengaruhi Penjualan Televisi di Gowa |
|
|---|
| Euforia Piala Dunia 2026 Terasa di TSM Makassar, Merchandise Resmi Ramaikan Area Mal |
|
|---|
| Kiper PSM Reza Arya Ramal Final Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol |
|
|---|
| Jersey Argentina Jadi Incaran Remaja Sidrap |
|
|---|
| Efek Piala Dunia 2026, Penjualan TV dan Parabola di Sidrap Melonjak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260609-Pengamat-Ekonomi-Unibos-Piala-Dunia-2026-Dorong-Sektor-Hiburan-dan-UMKM.jpg)