PSM Makassar
Pelatih Baru PSM Makassar Diumumkan Paling Lambat 10 Juni, Darije Kalezic?
Paling lambat nakhoda baru PSM Makassar disampaikan ke publik pada 10 Juni mendatang.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Manajemen PSM Makassar menargetkan pengumuman pelatih baru untuk menghadapi Super League 2026/2027 paling lambat 10 Juni 2026.
- Manajer Muhammad Nur Fajrin mengungkapkan saat ini sejumlah kandidat sedang difinalisasi.
- Keputusan cepat dinilai penting agar tim memiliki waktu cukup mempersiapkan skuad sebelum kompetisi dimulai pada September mendatang.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar segera mengumumkan pelatih baru menghadapi Super League 2026/2027.
Manajemen PSM Makassar memfinalisasi beberapa nama calon juru taktik anyar.
Paling lambat nakhoda baru PSM Makassar disampaikan ke publik pada 10 Juni mendatang.
Hal ini diungkapkan oleh Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (2/6/2026).
“Intinya target paling lambat 10 Juni kita sampaikan secara resmi, saat ini ada beberapa kandidat sedang kita finalkan,” ungkapnya.
Prestasi tim berjuluk Juku Eja di musim 2025/2026 memang menurun drastis.
Baca juga: Update Bursa Transfer PSM Makassar: Savio Roberto Ingin Bertahan, Tapi?
Dua pelatih musim lalu gagal bawa PSM Makassar bersaing di papan atas.
Pelatih asal Portugal Bernardo Tavares meninggalkan kursi kepelatihan PSM Makassar usai pekan ketujuh.
Bernardo Tavares akhir kerja sama dengan PSM Makassar setelah 3,5 tahun.
Dari tujuh pertandingan dilakoni musim lalu, pelatih berusia 46 tahun ini menempatkan PSM Makassar di urutan 14.
Tomas Trucha ditunjuk sebagai suksesor Bernardo Tavares.
Namun, pelatih berpaspor Republik Ceko itu juga gagal mengangkat performa PSM Makassar.
Tomas Trucha mendampingi Yuran Fernandes cs hanya 14 laga. Itu pun PSM Makassar berada di peringkat 13.
Setelah itu, asisten pelatih Ahmad Amiruddin ditugaskan sebagai caretaker.
Kerja Ahmad Amiruddin dibantu oleh direktur teknik (Dirtek) Zulkifli Syukur.
Keduanya berhasil menyelamatkan klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) dari jurang degradasi.
Walau PSM Makassar meraih tiket musim depan berkat unggul head to head saja dari Persis Solo yang turun kasta.
PSM Makassar menyudahi musim di peringkat 15 dengan 24 poin, tepat di atas zona degradasi.
Salah satu nama menguat menjadi allenatore PSM Makassar musim depan adalah Darije Kalezic.
Pelatih berpaspor Bosnia Herzegovina ini bukanlah sosok baru bagi PSM Makassar.
Keduanya pernah bekerjasama pada 2019 silam.
Di tangan Darije Kalezic performa PSM Makassar di Liga 1 terbilang biasa saja.
Laskar Ayam Jantan dari Timur hanya finish di peringkat 12 dengan 44 poin.
Hasil dari 13 menang, lima seri dan 16 kekalahan.
Namun, di turnamen Piala Indonesia 2019, PSM Makassar tampil impresif.
Darije Kalezic berhasil bawa PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta dalam pertandingan berlangsung dua leg.
Trofi Piala Indonesia itu menjadi gelar juara PSM Makassar setelah 19 tahun.
Hingga saat ini, tim penyandang semangat Ewako tersebut masih berstatus juara bertahan.
Lantaran Piala Indonesia tak pernah digelar lagi.
Ditanya rumor Darije Kalezic sebagai pelatih anyar PSM Makassar, Fajrin mengaku tak tahu-menahu sumber rumor tersebut.
“Saya kurang tahu ini rumornya bersumber dari mana. Kita belum ada informasi yang bisa disampaikan secara resmi,” ucap alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini.
Pengamat Sepak Bola Toni Ho menyampaikan, keputusan cepat memang perlu diambil Manajemen PSM Makassar dalam menentukan pelatih baru musim depan.
Semakin cepat pelatih ditetapkan, semakin besar kesempatan untuk mempersiapkan tim secara maksimal sebelum kompetisi bergulir.
Apalagi, kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan dijadwalkan bergulir 4 September 2026.
“Keputusan harus cepat, lebih cepat lebih baik,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (3/6/2026).
Toni Ho menilai kemampuan pelatih pada dasarnya memiliki ilmu yang sama. Perbedaannya terletak pada karakter pelatih tersebut.
Seorang pelatih harus berani menegur pemain indisipliner dan malas-malasan di latihan.
“Ilmu kepelatihan sama semua, sisa karakter. Apakah pelatih baru masuk di dalam tim bisa bercampur dengan pemain dan pengurus untuk bangun tim solid, karena itu tujuannya,” tutur pelatih berlisensi AFC Pro ini.
Bagi Toni Ho, pelatih anyar PSM Makassar harus paham filosofi, karakter dan budaya Bugis-Makassar.
Apalagi, PSM Makassar merupakan klub yang mempunyai sejarah panjang di persepakbolaan Indonesia.
“Pelatih yang masuk belajar budaya di sini, supaya karakternya cocok,” sebut mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini.
| Update Bursa Transfer PSM Makassar: Savio Roberto Ingin Bertahan, Tapi? |
|
|---|
| Dimas Adi Prasetyo Layak Promosi ke Skuad PSM Makassar Senior |
|
|---|
| PSM Makassar Diminta Selektif Rekrut Pemain Asing, Wajib Jalani Trial |
|
|---|
| Rapor 11 Pemain Asing PSM Makassar, Siapa Layak Terdepak |
|
|---|
| PSM Makassar Urutan Dua Pengoleksi Kartu Terbanyak, Tujuh Kartu Merah dan 92 Kartu Kuning |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-03-Deretan-pelatih-asing-menukangi-PSM-Makassar-setiap-musimnya.jpg)