Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Rapor 11 Pemain Asing PSM Makassar, Siapa Layak Terdepak

Bek asal Tanjung Verde itu telah empat tahun berseragam kapal pinisi di dada.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Ist
PSM MAKASSAR - Ahmad Amiruddin dan Luka Cumic. PSM Makassar dan Madura United menjalani pertandingan harga diri. 

Victor Luiz

Victor Luiz tampil konsisten di sisi kiri pertahanan PSM Makassar.

Pemain berkewarganegaraan Brasil ini tampil 29 kali dengan durasi 2.592 menit.

Ia absen enam pertandingan karena akumulasi kartu, cedera dan jalani hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Dalam bertahan, kemampuannya tak perlu diragukan.

Victor Luiz andalkan kecepatannya untuk mencegat lawan. Keberanian berduel membuatnya merepotkan setiap penyerang sayap.

Apalagi, ditopang dengan kemampuan membaca arah operan lawan dengan akurat.

Pemain nomor punggung 22 ini membukukan 52 tekel, 84 intersepsi dan 41 sapuan.

Tak hanya kuat bertahan, Victor Luiz sangat berbahaya ketika overlap.

Pergerakannya menyisir sisi kanan pertahanan selalu merepotkan.

Selain itu, eksekusi bola matinya sangat bagus. Umpannya akurat dan terukur.

Makanya, nama Victor Luiz masuk deretan assist terbanyak Super League.

Bek sayap kiri ini menorehkan sembilan assist. Jumlah ini terbilang banyak mengingat posisi Victor Luiz notabenenya pemain bertahan.

Satu gol turut disumbangkan. Gol disarangkan ke gawang Arema FC pada pekan kesembilan.

Daisuke Sakai

Penampilan Daisuke Sakai bersama PSM Makassar musim ini menurun drastis.

Hal ini tak lepas dari kurangnya menit bermain didapatkan pemain asal Jepang tersebut.

Daisuke Sakai gagal bersaing dalam perebutan satu tempat di lapangan tengah PSM Makassar.

Ia pun jarang masuk dalam skuad PSM Makassar.

Apalagi, regulasi hanya mengatur sembilan pemain asing dalam daftar susunan pemain (DSP).

Tak ayal, ada dua pemain impor tak bisa dibawa, salah satunya Daisuke Sakai.

Kalau pun masuk DSP, belum ada jaminan pemilik nomor punggung 10 PSM Makassar itu dimainkan.

Tercatat, Daisuke Sakai hanya berseragam kapal pinisi di dada 17 kali dengan durasi 1.003 menit.

Jika direratakan, dia hanya bermain 59 menit per laganya.

Statistik eks pemain Tim Nasional (Timnas) U-20 Jepang ini pun terkesan tak terlalu bagus.

Daisuke Sakai cuma mengemas satu gol tanpa assist. Dalam bertahan juga kurang, hanya sembilan tekel, 18 intersepsi dan 18 sapuan dibukukan.

Gledson Paixao

Gledson Paixao bergabung di PSM Makassar di awal musim 2025/2026.

Pemain dari Brasil ini diplot sebagai jangkar di lapangan tengah.

Ia bermain  22 laga dengan durasi 1.747 menit.

Gledson Paixao melewatkan sembilan pertandingan musim ini karena cedera. Bahkan, ia terpaksa mengakhiri musim lebih cepat.

Performa Gledson Paixao sebagai gelandang bertahan terbilang cukup bagus.

Ia mampu menjalankan peran sebagai penjembatan lini belakang dan lini depan.

Pemain nomor punggung 40 ini menjadi orang pertama mematikan serangan lawan sebelum ke jantung pertahanan.

Dia andalkan postur badan yang gempal dalam berduel dan penempatan posisi agar serangan lawan terputus.

Gledson Paixao pun menorehkan 57 tekel, 74 intersepsi dan 24 sapuan.

Ketika menyerang, gelandang berusia 31 tahun ini berada di luar kotak penalti.

Ia andalkan sepakan keras kaki kanan untuk mengancam gawang lawan.

Satu gol dan satu assist pun dipersembangkan Gledson Paixao kepada klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini.

Savio Roberto

Savio Roberto kreator serangan PSM Makassar musim ini.

Namun, penampilannya selama perkuat Pasukan Ramang inkonsisten.

Makanya, ia jarang bermain full selama 90 menit.

Total hanya bermain 27 laga dengan durasi 1.659 menit. Kalau direratakan Savio Roberto cuma tampil 61 menit setiap laganya.

Kemampuan Savio Roberto dalam mengolah si kulit bundar tak diragukan.

Ia punya skill ala sepakbola asal negaranya, Brasil.

Namun, keputusannya kadang lambat ketika membangun serangan.

Padahal, PSM Makassar dikenal dengan permainan cepat.

Akibatnya, tim penyandang semangat Ewako itu sering kehilangan momen untuk mengancam lawan.

Assist Savio Roberto pun sangat kurang, hanya satu. Gol dibukukan ada empat.

Ketika membantu pertahanan juga agak kurang. 22 tekel, 23 intersepsi dan 15 sapuan saja dilakukan.

Jacques Medina

Jacques Medina dinilai kurang memberikan kontribusi untuk PSM Makassar.

Sebagai penyerang sayap, ia kurang memberikan ancaman bagi lawannya.

Ketika coba melewati lawan, dengan mudah bola dari penguasaannya direbut.

Bisa dilihat dengan satu gol dan dua assist saja ditorehkan dari 28 penampilan.

Jumlah tembakannya pun terbilang kurang sebagai pemain depan.

Hanya 19 tembakan dilepaskan, 10 tepat sasaran.

Kelebihan pemain asal Kongo ini hanya pada kemauan membantu pertahanan.

Ia tak segan turun hingga garis belakang untuk mematikan serangan lawan.

Total 24 tekel, 20 intersepsi dan 15 sapuan ditorehkan.

Alex Tank

Kontribusi kurang juga diperlihatkan Alex Tank.

Padahal, suporter PSM Makassar memiliki ekspektasi tinggi kepada Alex Tank ketika direkrut.

Pasalnya, penyerang berpaspor Brasil ini  berstatus top skorer kedua Liga Malta. Sebanyak 10 gol dilesakkan dari 15 laga bersama Marsaxlokk.

Namun, ketajaman itu tak menular bersama PSM Makassar. Alex Tank tampil melempem.

Dari 29 penampilan dengan PSM Makassar, Alex Tank hanya mengemas enam gol saja.

15 laga dilewati dengan puasa gol. Terakhir kali, catatkan namanya di papan skor di laga terakhir putaran pertama lawan Borneo Samarinda FC, Sabtu (3/1/2026).

Setelah itu, Alex Tank absen mencetak gol. Bahkan, dua pertandingan terakhir Alex Tank tak perkuat PSM Makassar.

Dusan Lagator

Dusan Lagator menjadi tembok kokoh baru di palang pintu pertahanan PSM Makassar.

Bek berkewarganegaraan Montenegro ini punya permainan keras dan tanpa kompromi.

Tak ayal, empat kartu kuning dikantongi dari 12 laga.

Dusan Lagator punya kelebihan seperti Yuran Fernandes dan Aloisio Soares.

Kuat bertahan dengan andalkan kecerdasan taktis, keberanian berduel dan pengambilan keputusan yang matang.

Total, 14 tekel, 48 intersepsi dan 30 sapuan dibukukan bek nomor punggung 94 ini.

Dusan Lagator bisa bermain sebagai bek tengah dan bek sayap kanan.

Keunggulan ini membuat pelatih mudah meramu taktik sesuai lawan dihadapi.

Selain itu, bek berpostur 190 sentimeter ini tajam menjebol gawang lawan.

Dua gol disumbangkan Dusan Lagator. Gol dijebloskan memanfaatkan situasi bola mati.

Sheriddin Boboev

Sheriddin Boboev direkrut di putaran kedua untuk menambah daya gedor PSM Makassar.

Pemain berusia 27 tahun ini pun langsung mencuri perhatian. Sisi kanan penyerangan langsung dipercayakan kepadanya.

Sheriddin Boboev mampu menggeser Victor Dethan.

Sheriddin Boboev memiliki kepiawaian penempatan posisi, dribbling dan tembakan yang keras.

Dua gol dan satu assist disumbangkan pemain Timnas Tajikistan itu dari 11 penampilan memakai jersey kapal pinisi di dada.

Kontribusi Sheriddin Boboev untuk PSM Makassar membuat Pelatih Timnas Tajikistan Igor Angelovski tak ragu memanggilnya.

Luka Cumic

Luka Cumic mampu membuktikan diri layak membela PSM Makassar.

Di awal kedatangannya di putaran kedua, Luka Cumic menuai sorotan.

Pasalnya, kontribusi diberikan sangat minim. Tujuh pertandingan dilewati tanpa gol.

Luka Cumic lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti. Dia baru diturunkan di pertengahan babak kedua.

Namun, perlahan, Luka Cumic berhasil menjawab kritikan terhadapnya dengan performa apik.

Pemain berusia 25 tahun ini menemukan ketajamannya sebagai juru gedor.

Tiga gol akhirnya dilesakkan dari 14 penampilan bersama klub yang berdiri 2 November 1915 tersebut.

Menariknya, gol-gol dilesakkan Luka Cumic ketika dimainkan sebagai pemain pengganti.

Golnya tersebut sangat penting karena membawa PSM Makassar meraih kemenangan.

Luka Cumic mengandalkan kecepatan dimiliki untuk membobol gawang lawan.

Evaluasi Pemain

Pengamat Sepak Bola Imran Amirullah mengatakan, evaluasi menyeluruh harus dilakukan terkait performa pemain asing PSM Makassar musim ini.

Jangan hanya pada pemain impor tertentu saja.

“Evaluasi harus menyeluruh,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (1/6/2026).

Kalau pun layak tidaknya pemain dipertahankan, ia menyarankan PSM Makassar untuk menunggu keputusan pelatih baru.

Jangan sampai, rekomendasi pemain asing ingin dipertahankan tak masuk kriteria juru taktik anyar nantinya.

Sebab, setiap pelatih mempunyai gaya bermain berbeda-beda dan karakter pemain diinginkan.

“Tunggu pelatih baru. Pelatih akan pertimbangkan secara teknik, karakter pemain diinginkan sesuai dengan game plannya,” sebutnya.

Mantan asisten pelatih PSM Makassar ini khawatir kalau kontrak pemain asing sekarang jadi sia-sia kalau tak masuk skema pelatih.

Hal ini berulang kali terjadi di sepak bola Indonesia. Hal ini tak boleh ditiru oleh PSM Makassar.

“Harus hati-hati, nanti datang pelatih, tapi tak cocok,” ujar Imran.

Eks Direktur Teknik (Dirtek) PSM Makassar Zulkifli Syukur memberikan masukan untuk PSM Makassar supaya bisa bersaing di musim depan.

Salah satunya, rekrutan pemain harus sesuai kebutuhan dan karakter PSM Makassar.

“Tentu kedepannya kami akan lebih selektif dalam memilih pemain,yang paling utama. Pemain tersebut sesuai kebutuhan dan karakter bermain PSM Makassar,” ucapnya belum lama ini. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved