Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

PSM Makassar Berburu 'Ramang Muda' di Palopo

Peserta yang dinyatakan lolos dipersiapkan untuk mengisi skuad PSM Makassar kelompok U-16, U-18, dan U-20.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
SELEKSI PSM - Coach Eric Saputra dihadapan peserta seleksi EPA Super League PSM Makassar di Polewali Mandar pada Sabtu-Minggu (30-31/5/2026). Tim pelatih juga akan menyasar Kota Palopo untuk mencari talenta berbakat yang sesuai dengan filosofi Tim Juku Eja itu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPOPSM Makassar kembali memburu talenta muda terbaik untuk memperkuat skuad Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2026/2027.

Peserta yang dinyatakan lolos dipersiapkan untuk mengisi skuad PSM Makassar kelompok U-16, U-18, dan U-20.

Kali ini, Kota Palopo menjadi salah satu titik penting pencarian bibit pemain masa depan Juku Eja.

Letak Kota Palopo berada di utara Kota Makassar, jaraknya sekitar 375 kilometer ditempuh lewat perjalanan darat.

Seleksi Ramang Muda akan digelar di Lapangan Gaspa Palopo pada Sabtu-Minggu (6-7/6/2026) dan terbuka bagi pemain muda dari seluruh wilayah Luwu Raya hingga Tana Toraja.

Pelatih seleksi EPA PSM Makassar, Eric Saputra, mengatakan Palopo dipilih karena memiliki posisi strategis dan mudah dijangkau peserta dari berbagai daerah.

"Palopo cukup strategis untuk dijangkau dari Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, bahkan Toraja," katanya kepada Tribun-Timur.com, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.08 Wita pagi.

PSM menurunkan tiga pelatih untuk melakukan pemantauan langsung terhadap peserta seleksi.

Mereka adalah Direktur Teknik PSM coach Akbar Rasyid, coach Syamsul Haeruddin, dan coach Eric Saputra sendiri.

Menurut Eric, ketiga pelatih ini akan menilai setiap pemain yang mengikuti seleksi untuk menemukan profil yang sesuai dengan kebutuhan tim EPA musim depan.

Hingga akhir Mei 2026, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 50 peserta.

Angka tersebut diperkirakan masih bertambah mengingat pendaftaran baru akan ditutup pada 5 Juni mendatang.

"Tahun lalu jumlah peserta seleksi di Palopo tembus lebih dari 250 orang. Kami berharap tahun ini juga terus bertambah," ujar pelatih yang sukses membawa PSM U-16 menjuarai EPA Liga 1 di tahun 2021.

Eric menambahkan, tim pelatih akan fokus mencari pemain yang memiliki kualitas dan karakter sesuai filosofi permainan Tim Juku Eja.

Ia menjelaskan penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik bermain.

Aspek fisik, pemahaman taktik, hingga sikap sosial pemain juga menjadi perhatian tim pelatih.

"Yang kami utamakan tentu performa pemain. Itu mencakup teknik, fisik, taktik, dan sosial," ungkapnya.

Selain pemain yang langsung menonjol, tim pelatih juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki potensi berkembang.

Menurut Eric, ada pemain yang mungkin belum tampil dominan saat seleksi, tetapi mempunyai kualitas dasar yang menjanjikan untuk dibina lebih lanjut.

"Ada juga yang kami sebut potential player. Performanya mungkin belum terlihat maksimal, tetapi ada sesuatu yang membuat pemain itu menarik untuk dikembangkan," bebernya.

Kata Eric, seleksi di Palopo sendiri bukan tahap akhir.

Peserta terbaik nantinya akan mendapatkan tiket untuk mengikuti seleksi lanjutan di Makassar.

Tahap tersebut menjadi proses penyaringan terakhir sebelum pemain dipilih memperkuat EPA PSM Makassar musim 2026/2027.

Ia menambahkan, jumlah pemain yang akan diloloskan tidak ditentukan sejak awal.

Tim pelatih akan menyesuaikan dengan kualitas talenta yang ditemukan selama proses seleksi.

"Yang lolos itu fleksibel. Tergantung talenta yang tersedia karena kami mencari profil dan kriteria tertentu," katanya.

Menariknya, PSM tahun ini memberi perhatian lebih besar kepada pemain asal Sulawesi.

Kebijakan tersebut, sambung Eric, sejalan dengan upaya klub mempertahankan identitas dan karakter permainan yang selama ini menjadi ciri khas PSM Makassar.

Eric menegaskan filosofi yang dicari bukan sekadar pemain cepat berlari.

PSM membutuhkan pemain yang cepat berpikir, cepat mengambil keputusan, dan memiliki mental pantang menyerah di lapangan.

"Itu filosofi yang kami cari. Cepat berpikir, cepat mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah saat bertanding," ujarnya.

Optimisme tim pelatih semakin tinggi setelah melihat hasil seleksi di daerah lain.

Dalam seleksi sebelumnya di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tim pelatih menemukan banyak pemain potensial hampir di seluruh posisi.

Mulai dari bek tengah, gelandang, hingga penyerang.

"Kami menemukan banyak talenta. Hampir semua posisi ada pemain yang menonjol," katanya.

PSM juga menunjuk penanggung jawab lokal untuk membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Di Palopo, tugas tersebut dipercayakan kepada Anton Samba dan Iccang.

Penanggung jawab daerah, Anton Samba menerangkan seleksi di Palopo akan dimulai sejak pagi hari.

"Smpai saat ini jumlah peserta yang masuk di dalam grup seleksi zona
Palopo berjumlah 130 orang dan mudah mudahan bisa bertambah sampai hari seleksi nya," bebernya.

Anton Samba menambahkan, peserta sudah bisa melakukan registrasi pada Jumat 5 Juni.

"Nanti melalui pos yang disiapkan panitia," akunya.

Ia menambahkan, syarat untuk mengikuti seleksi usia 16 tahun, pemain merupakan kelahiran tahun 2011-2012.

Sementara untuk usia 18 tahun, pemain merupakan kelahiran tahun 2009-2010.

Dan terakhir untuk usia 20 tahun, pemain merupakan kelahiran tahun 2007-2008.

Anton Samba berharap, talenta asal Luwu Raya bisa menunjukkan kebolehannya mengolah si kulit bundar di hadapan tim pelatih.

Sehingga nantinya bisa lolos dan mengenakan seragam kebanggaan PSM Makassar.

"Proses ini menjadi upaya menemukan generasi baru sepak bola Luwu Raya yang kelak diharapkan sukses menembus tim utama PSM dan kompetisi level nasional," tandasnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved