Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Luka Cumic Sang Super Sub PSM Makassar

Luka Cumic membuka kerang golnya bersama Juku Eja ketika mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ari Maryadi
Official PSM Makassar
SELEBRASI GOL - Striker PSM Makassar Luka Cumi selebrasi usai membobol gawang Bhayangkara Lampung FC pada pekan 31 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026). Luka Cumic dari seret gol jadi super sub PSM Makassar. 

Kemenangan ini sangat penting karena perlebar jarak poin dengan tim zona degradasi Persis Solo.

Saat ini, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini bertengger di peringkat 13 dengan 34 poin. Selisih tujuh poin dengan Persis Solo,

Pasukan Ahmad Amiruddin membutuhkan tiga lagi dari tiga sisa untuk bertahan lolos dari jurang degradasi.

Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar menilai taktik jitu dilakukan tim kepelatihan PSM Makassar dengan memasukan Luka Cumic di babak kedua.

Pemain kelahiran Berlgrad itu selalu buat perbedaan ketika diturunkan.

“Itulah kelihaian dari pelatih. Makanya saya selalu bilang, pelatih itu tak boleh kehilangan ilmu sampai akhir pertandingan,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, materi dan kualitas pemain PSM Makassar sangatlah bagus.

Sisa pelatih mengatur siapa harus dimainkan sebagai starter dan siapa cocok sebagai pengganti.

“Dia hanya melihat kondisi tim, sehingga memasukkan pemain yang bisa menjadikan tim itu lebih bagus dan berkontribusi untuk kemenangan,” tuturnya.

Syamsuddin Umar menilai Luka Cumic sosok pemain yang punya motivasi luar biasa.

Hanya saja, dari segi fisik dan daya tahan belum maksimal.

Kemungkinan hal tersebut menjadi alasan Luka Cumic selalu dipasang di babak kedua.

Apalagi, Luka Cumic mempunya kelebihan dalam membaca kondisi pertahanan lawan.

Jadi begitu masuk ke lapangan, dia mampu memanfaatkan celah di lini belakang untuk mencetak gol.

“Dia tahu kelemahan pertahanan, sehingga bisa menyesuaikan diri, tahu di mana harus berdiri ketika lawan meninggalkan areanya. Jadi begitu disodorkan bola lalu cetak gol,” ucap mantan pelatih PSM Makassar ini.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved