Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suporter Antar Skuad PSM Makassar Hingga Gerbang Tol, Asisten Pelatih Diberi Badik

Polda Sulsel memutuskan pertandingan PSM vs Bhayangkara tanpa penonton dengan pertimbangan situasi keamanan

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/IG: psm_makassar
BADIK DARI SUPORTER - Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, memakai patonro (tutup kepala khas Makassar) dan memegang badik pemberian suporter di mess PSM, Jl Nuri, Makassar, Minggu (3/5/2026) pagi. Suporter PSM menyerahkan patonro dan badik sebagai simbol dukungan kepada tim kesayangannya karena tidak bisa nonton langsung di Stadion BJ Habibie akibat adanya larangan dari Polda Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar akan menjalani laga krusial pekan ke-31 Super League 2025/2026 dengan situasi kurang menguntungkan. 

Menjamu Bhayangkara FC di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Senin (4/5/2026) pukul 16.30 Wita, Pasukan Ramang harus tampil tanpa dukungan langsung suporter di tribun.

Padahal, dukungan suporter sangat dibutuhkan untuk memompa semangat pemain demi memenangkan pertandingan dan menjauhi zona degradasi. 

Saat ini PSM Makassar tertahan di peringkat 14 klasemen sementara dengan 31 poin.

Kemenangan atas Bhayangkara akan mengangkat posisi tim ke peringkat 13. 

Polda Sulsel memutuskan pertandingan PSM vs Bhayangkara tanpa penonton dengan pertimbangan situasi keamanan dan potensi gangguan kamtibmas di awal Mei, yang berdekatan dengan sejumlah agenda besar.

Salah satunya peringatan Hari Buruh 1 Mei yang berpotensi adanya aksi unjuk rasa besar-besaran.

Pertandingan tanpa penonton tak membuat suporter fanatik PSM tinggal diam.

Mereka tetap menyalakan semangat tim dengan cara berbeda. 

Sebelum tim berangkat ke Parepare, Minggu (3/5/2026) pagi, puluhan suporter Ayam Jantan dari Timur mendatangi Mess PSM di Jalan Nuri, Makassar, guna memberikan dukungan langsung kepada Hilman Syah dkk.

Momen menyentuh terlihat saat suporter menyerahkan patonro atau tutup kepala khas Makassar dan badik yang merupakan senjata tajam khas Bugis-Makassar kepada Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin.

Dalam tradisi Bugis-Makassar, badik bukan sekadar senjata, melainkan simbol kehormatan dan tekad dalam perang.

“Ini adalah pesan bahwa kami harus bertarung habis-habisan di lapangan,” ujar Amiruddin usai menerima patonro dan badik dari suporter.

Striker PSM Makassar (2003-2009) ini mengaku dukungan tersebut sangat berarti di tengah kondisi tim yang harus bermain tanpa atmosfer dukungan di stadion.

“Saya ucapkan terima kasih kepada suporter yang datang langsung memberikan dukungan moril. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved