PSM Makassar
Kata Manajemen PSM Makassar soal Banned FIFA
Manajemen PSM Makassar angkat bicara terkait banned FIFA. PSM Makassar
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Edi Sumardi
Manajemen telah merogoh kantong Rp 780 juta hanya untuk membayar sanksi denda.
"Kita selesaikan, tapi harus realistis. Kondisi keuangan kita dua bulan sisa mengandalkan sponsor dan support owner," ungkap pria yang mengenakan baju kaos berwarna abu-abu ini.
"Kita tahu sendiri ticketing drop, tak ada pendapatan dari tiket. Di satu sisi kita harus menanggung denda karena pelanggaran disiplin," tambahnya.
Makanya, Fajrin kembali sampaikan, pihaknya butuh waktu selesaikan persoalan banned FIFA.
Ada struktur dan cash flow, sehingga butuh perencanaan. Jadi tidak serta merta diselesaikan.
"Komitmen kita mengatur pendapatan PSM Makassar, cash flow. Akan kita selesaikan pada waktunya," tegas alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).
Banyak beranggapan banned FIFA menerpa PSM Makassar kali ini karena masalah hak pemain yang ada dalam tim saat ini.
Fajrin pun membantah kabar tersebut.
Ia menyampaikan, banned FIFA diterima ini bukan karena pemain yang masih ada di tim maupun baru pindah.
Banned FIFA ini terjadi setelah enam bulan atau setahun.
"Ini pemain terdahulu, saya tak bisa sebutkan namanya. Bukan pemain yang ada di PSM Makassar dan bukan yang baru saja meninggalkan PSM Makassar," katanya. (*)
| Buktikan Hilman Syah! Misi Cleansheet PSM Makassar Lawan Borneo FC |
|
|---|
| Ahmad Amiruddin Minta Maaf Hasil Imbang 1-1 Lawan Persis Solo, Soroti Mentalitas Pemain PSM Makassar |
|
|---|
| Sundulan Yuran Fernandes Bawa PSM Makassar Unggul 1-0 atas Persis Solo |
|
|---|
| Menang di Laga Uji Coba, Modal PSM Makassar Jamu Persis Solo |
|
|---|
| Pembuktian Victor Dethan! Dicadangkan di Era Tomas Trucha, Jadi Pemain Terbaik di Pekan 25 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-17-Direktur-Utama-PSM-Makassar-Sadikin-Aksa.jpg)