Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Peran Baru Jacques Medina di PSM, Dari Sayap ke Striker, Langsung Cetak Gol

PSM Makassar mengubah peran Jacques Medina dari sayap ke striker. Hasilnya langsung terlihat lewat gol penyeimbang saat menghadapi Malut United.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Official PSM
PERUBAHAN POSISI - Pemain PSM Makassar Jacques Medina saat melawan Malut United pada pekan 25 Super League 2025/2026 di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026). Jacques Medina punya peran baru, dari penyerangan sayap digeser jadi striker. 
Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar menggeser posisi Jacques Medina dari penyerang sayap menjadi striker untuk memaksimalkan potensinya. 
  • Perubahan ini mulai menunjukkan hasil saat ia mencetak gol penyeimbang melawan Malut United. 
  • Tim pelatih kini fokus meningkatkan adaptasi Medina agar menjadi andalan baru di lini depan demi menghindari degradasi.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peran baru diberikan kepada Jacques Themopele Medina bersama PSM Makassar.

Pemain berpaspor Kongo digeser dari penyerang sayap menjadi ujung tombak serangan.

Jacques Medina ketika ditangani dua pelatih PSM Makassar sebelumnya, Bernardo Tavares dan Tomas Trucha dimainkan lebih melebar.

Ia menyisir sisi kiri maupun kanan pertahanan lawan untuk memanjakan striker.

Namun, peran tersebut tak terlalu efektif. Kontribusinya dalam menyerang kurang.

Pasalnya, Jacques Medina hanya mengandalkan kecepatan dan postur badan yang kekar untuk melewati lawan.

Secara skill individu terbilang kurang dibandingkan dengan penyerang sayap lain dimiliki Juku Eja.

Namun, dalam bertahan Jacques Medina sangat rajin.

Berulang kali serangan dibangun lawan berhasil dipatahkan sebelum ke jantung pertahanan.

Kini, di tangan Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin, Jacques Medina diplot sebagai penyerang tengah.

Perubahan posisi ini bagian dari strategi tim pelatih memaksimalkan potensi Jacques Medina.

Dengan kecepatan dan kemampuan duel yang dimiliki, pemain berusia 28 tahun itu dinilai punya atribut yang cukup beroperasi lebih sentral di kotak penalti lawan.

Jacques Medina di tengah, Juku Eja bisa lebih fleksibel dalam membangun serangan melalui umpan silang maupun kombinasi pendek di area sepertiga akhir.

Hal ini sudah dibuktikan ketika PSM Makassar menahan imbang 3-3 Malut United pada pekan 25 Super League 2025/2026, Sabtu (7/3/2026).

PSM Makassar terhindar dari kekalahan berkat gol dari Jacques Medina.

Di laga tersebut, ia dimainkan di menit 64, menggantikan tugas Alex Tank sebagai juru gedor.

Pergantian ini efektif dengan gol penyeimbang dicetak Jacques Medina pada menit 88.

Pemain nomor punggung 98 itu cetak gol memanfaatkan skrimit di depan gawang Malut United.

Bola halauan dari bek Malut United yang coba hentikan Aloisio Neto Soares jatuh ke kaki Jacques Medina.

Dengan tenang, ia mengeksekusi bola ke pojok kiri gawang Malut United yang dikawal oleh Muhammad Ridwan.

Gol tersebut menjadi gol perdana Jacques Medina berseragam kapal pinisi di dada.

Sekaligus memastikan PSM Makassar pulang dengan satu poin dari markas Malut United, Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).

Tim pelatih PSM Makassar punya waktu untuk menyesuaikan peran baru Jacques Medina sebagai striker.

Libur jeda kompetisi karena lebaran dan agenda FIFA Series jadi kesempatan meningkatkan kemampuan Jacques Medina.

Mulai dari naluri mencetak gol, pergerakan tanpa bola, menahan bola dan saat mendapat tekanan dari bek lawan.

Jika adaptasi ini berhasil dijalankan, Jacques Medina bisa menjadi tumpuan baru di lini depan.

Mengingat sosok penyerang tajam dibutuhkan PSM Makassar untuk bersaing terbebas dari ancaman degradasi musim ini.

Sekarang, klub kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah tujuh pekan mendiami peringkat 13 dengan 24 poin.

Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak, pelatih memang harus melihat pemain dimiliki di mana lebih efektif

Mungkin saja, Jacques Medina lebih memberi dampak besar ketika dimainkan sebagai penyerang tengah dibandingkan penyerang sayap.

“Pelatih wajib memaksimalkan pemainnya. Nah, pelatih mungkin melihat Jacques Medina lebih efektif sebagai goal getter,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com,  Selasa (17/3/2026).

Ia menyebut, tugas utama striker itu adalah mencetak gol.

Setiap peluang yang ada harus seefektif mungkin dimaksimalkan menjadi gol.

Begitu pun dengan Jacques Medina jika nanti dipercaya sebagai mesin gol.

“Tenaga Jacques Medina ini perlu dimanfaatkan. Dia pemain asing, dibayar mahal, kalau memang punya kualitas beri kesempatan bermain, jangan dicadangkan. Beri posisi yang tepat,” sebut mantan Pelatih PSM Makassar ini.

Suporter PSM Makassar Asrul mengatakan, tim pelatih tak boleh kehabisan taktik selama 90 menit pertandingan.

Setiap menit harus membaca arah permainan. Jika permainan tak menguntungkan timnya, kontra strategi perlu dilakukan.

“Pelatih jangan kehabisan ide. Harus punya opsi taktik jika alami kebuntuan,” katanya.

Dia menambahkan tim pelatih PSM Makassar juga perlu mengatur manajemen waktu.

Supaya pemain akan lebih terjaga staminanya.

“Kapan harus bertahan, kapan harus menyerang, kapan bermain cepat dan kapan harus mendelay permainan. Semua ini harus diukur waktunya,” tuturnya. (*)

 


 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved