Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar vs Persebaya Ajang Reuni Tavares, Tomas Trucha Sebut Bukan Sekadar Pertandingan

Bernardo Tavares sebelum melatih Persebaya, menukangi PSM Makassar selama 3,5 tahun.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
REUNI PELATIH - Kolase foto Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha (kiri) dan Pelatih Persebaya Bernardo Tavares. Tomas Trucha menyebut, Bernardo Tavares tahu kultur dan internal PSM Makassar karena lama menukangi Juku Eja. (Official PSM Makassar dan Persebaya Surabaya) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pertandingan PSM Makassar kontra Persebaya bukan sekadar perebutan kemenangan.

Ada cerita lain yang mengiringi duel klasik di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu (25/2/2026) pukul 21.30 Wita.

Sosok pelatih Persebaya Bernardo Tavares, menjadi perhatian utama.

Juru taktik berpaspor Portugal itu akan bereuni dengan PSM Makassar.

Bernardo Tavares sebelum melatih Persebaya, menukangi PSM Makassar selama 3,5 tahun.

Tentu Bernardo Tavares tahu betul karakter pemain, kultur hingga atmosfer interna PSM Makassar.

Apalagi, skuad Juku Eja saat ini sebagian besar rekrutan dari Bernardo Tavares.

Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengakui faktor tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

“Dari sisi lawan, ada pelatih yang betul-betul tahu pemain kita, tim ini, dan kultur kita. Jadi ini cerita lain di samping sekadar pertandingan,” katanya saat konferensi pers jelang pertandingan Persebaya vs PSM Makassar di Stadion GBT, Selasa (24/2/2026) malam.

Tomas Trucha mengutarakan, keberadaan Bernardo Tavares di kubu Persebaya membuat pertandingan memiliki nuansa emosional.

Apalagi, Bernardo Tavares selama menukangi PSM Makassar mempersembahkan gelar juara di musim Liga 1 2022/2023.

Trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia berhasil mendarat di Kota Anging Mamiri setelah 23 tahun.

“Kita harus memberikan respek kepada dia (Bernardo Tavares). Dalam pekerjaan kita, itulah yang terjadi, harus memberikan respek terhadap setiap individu yang bekerja di olahraga ini,” tutur pelatih berusia 54 tahun ini.

“Saya tahu bahwa pelatih yang ada di Persebaya menangani PSM Makassar selama 3,5 tahun.  Tentu saja sudah menjadi bagian keluarga di sana (PSM Makassar), apalagi dia memenangkan trofi,” tambahnya.

Meski demikian, Tomas Trucha menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved