Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Timnas Indonesia

John Herdman Resmi Latih Timnas Indonesia, Dua Eks Merah-Putih Kritik Pembinaan Pemain Muda

John Herdman resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. Dua eks Merah-Putih kritik lemahnya pembinaan pemain muda.  

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Istimewa/pssi.org  
PELATIH TIMNAS – John Herdman ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Dua mantan pemain Timnas Indonesia Imran Amirullah dan Muhammad Hanafing Ibrahim soroti pembinaan usia muda 

Ringkasan Berita:
  • PSSI menunjuk pelatih asal Inggris, John Herdman, sebagai juru taktik baru Timnas Indonesia. Herdman sebelumnya sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
  • Dua mantan pemain Timnas, Imran Amirullah dan Muhammad Hanafing Ibrahim, menilai tugas Herdman tidak mudah karena pembinaan pemain muda di Indonesia masih lemah. 
  • Mereka menyoroti Elite Pro Academy yang dinilai lebih mengutamakan kemampuan finansial ketimbang kualitas, serta minimnya kompetisi reguler usia muda.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSARPSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia.

John Herdman berasal dari Inggris.

Sejumlah prestasi ditorehkan juru taktik berusia 50 tahun itu.

Di antaranya, berhasil meloloskan Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah terakhir kali tampil di Piala Dunia Meksiko 1986.

Pekerjaan berat menanti John Herdman untuk menukangi Jay Idzes cs.

Mengingat Timnas Indonesia sekarang berada di peringkat 122 FIFA.

Dua mantan pemain Timnas Indonesia Imran Amirullah dan Muhammad Hanafing Ibrahim menilai pekerjaan John Herdman takkan mudah.

Pasalnya, pembinaan pemain muda di Indonesia belum berjalan sesuai harapan.

Makanya, PSSI mengambil jalan pintas dengan mencari pemain Diaspora.

Imran Amirullah menyebut, pembinaan pemain perlu dibenahi karena tak menghasilkan pemain berkualitas.

Sekarang memang ada Elite Pro Academy (EPA) untuk usia 16, 18 dan 20 tahun.

Namun, pemain terpilih di klub bukan yang terbaik. Lantaran pemain masuk memiliki finansial bagus.

 “Di EPA sekarang, maaf, saya dengar harus bayar sekian. Kalau ada pemain berkualitas tapi tidak bisa bayar, tidak bisa masuk dong,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (6/1/2026).

Menurut Imran, PSSI dan operator sepak bola Indonesia I.League harus turun tangan mengatasi masalah ini.

Misalnya, memberikan subsidi kepada klub untuk pembinaan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved