Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Aksi Heroik Akbar Tanjung, PSM Makassar Imbang 1-1 Lawan Persis Solo

Di balik hasil itu, gelandang PSM, Akbar Tanjung, melakukan pengorbanan besar di akhir pertandingan.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
Official PSM Makassar
AKSI PEMAIN - Gelandang Akbar Tanjung (atas) dan Savior Roberto (bawah). Peran Akbar Tanjung dan Savio Roberto diharap bisa dimaksimalkan saat bersua PSBS Biak pada pekan 13 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (21/11/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM - PSM Makassar harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persis Solo pada laga tunda pekan keempat Super League 2025/2026. 

Di balik hasil itu, gelandang PSM, Akbar Tanjung, melakukan pengorbanan besar di akhir pertandingan.

Akbar mendapat kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit 90+5.

Ia menjatuhkan Bruno Moreira yang tengah menggulirkan serangan balik cepat setelah merebut bola dari Gledson Paixao. 

Upaya Akbar memotong bola gagal dan justru mengenai kaki Bruno, membuat wasit Naufal Adya Fairuski mengusirnya dari lapangan.

Tindakan itu dinilai wajar karena Bruno sangat berpeluang mencetak gol penentu.

Penyerang Brasil tersebut dikenal memiliki kemampuan individu dan penyelesaian akhir yang baik, terbukti dari lima gol dan satu assist dalam 15 laga musim ini.

Akbar menerima keputusan wasit tanpa protes dan berjalan tertunduk ke luar lapangan.

Meski begitu, suporter PSM tetap memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan. 

Sebelumnya, ia sudah diganjar kartu kuning pada menit 84 akibat gerakan tangan ke kepala Milos Raikovic.

Kartu merah ini menjadi yang pertama bagi Akbar dalam 129 penampilannya bersama PSM Makassar.

Akibatnya, ia absen saat PSM menghadapi Malut United pada pekan ke-15 di Stadion BJ Habibie, Minggu (21/12/2025) pukul 16.30 Wita.

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menganggap kartu merah tersebut terjadi karena situasi permainan yang tidak menguntungkan.

Menurutnya, Akbar terpaksa melakukan tekel terlambat setelah tim kehilangan bola di momen krusial.

Trucha juga menilai pertandingan berlangsung keras dan penuh duel, sehingga tidak mudah bagi wasit memimpin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved