Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Pelatih PSM 3 Kali ‘Serangan Jantung’, Trucha Tak Mau Drama Persis Terulang Saat Hadapi Persebaya

Tomas tidak ingin kejadian saat melawan Persis Solo terulang saat melawan Persebaya Surabaya.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/Rachmat Ariadi
PSM VS PERSEBAYA. Pelatih PSM Makassar Thomas Trucha (tengah) dan Kiper PSM Makassar, Hilmansyah (kanan) saat sesi konferensi pers jelang laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie Parepare, Jumat (5/12/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Tomas Trucha menyebut laga PSM kontra Persis Solo yang berakhir comeback 4-3 membuatnya seolah mengalami “tiga kali serangan jantung”. 
  • Menghadapi Persebaya, ia menegaskan tim sudah memperbaiki kesalahan individual dan siap untuk pertandingan berat melawan tim yang terorganisasi baik. 
  • Trucha meminta stadion dipenuhi suporter, sementara kiper Hilmansyah menegaskan PSM tak ingin kehilangan poin di kandang lagi.

TRIBUN-TIMUR.COM -- Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengaku trauma saat melawan Persis Solo.

PSM Makassar sempat tertinggal lebih dulu.

Beruntung Yuran Fernandes cs mampu comeback skor 4-3.

Tomas tidak ingin kejadian saat melawan Persis Solo terulang saat melawan Persebaya Surabaya.

Duel PSM Makassar vs Persebaya Surabaya digelar  di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sabtu (6/12/2025).

Pelatih asal Republik Ceko mengaku sempat mengalami serangan jantung sebanyak tiga kali saat melawan Persis Solo, meski skuadnya bisa comeback dengan skor 4-3.

Baca juga: 850 Personel Gabungan Jaga Laga Klasik PSM Makassar vs Persebaya Surabaya

"Saya mendapatkan 3 kali serangan jantung dalam pertandingan sebelumnya, saya tidak mau hal ini terjadi lagi," kata Tomas Trucha sambil tersenyum saat sesi konferensi pers jelang laga melawan Persebaya, Jumat (5/12/2025).

Kiper PSM Makassar, Hilmansyah, yang mendampingi Trucha tersenyum tipis mendengar pernyataan pelatih asal Republik Ceko itu.

Thomas menyebut Persebaya adalah tim yang memiliki organisasi baik.

Meski dipimpin pelatih carateker, pihaknya tidak akan memandang remeh Persebaya Surabaya.

"Kita akan menghadapi pertandingan yang berat besok, menghadapi lawan yang bagus, tim yang terorganisasi," ujarnya.

Meski dipimpin pelatih carateker, mereka mempunyai banyak pemain pengalaman di skuad mereka, sehingga bisa membantu tim.

"Musim lalu juga mereka finish di peringkat 4 liga 1," ungkapnya.

Dia sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pertandingan melawan skuad Bajul Ijo dengan memperbaiki individual error dari pemain.

"Kami mempersiapkan sepekan penuh, kami sudah bekerja keras memperbaiki error yang dilakukan di pertandingan sebelumnya. Saya tidak ingin supporter mengalami serangan jantung di pertandingan besok," ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved