Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Sulsel

Musda Golkar Sulsel Digelar Setelah Bahlil Wukuf di Arafah

DPP Partai Golkar masih menunggu kepulangan Bahlil Lahadalia dari pelaksanaan ibadah haji di Makkah

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
MUSDA GOLKAR SULSEL - Arief Rosyid saat jadi pembicara dalam diskusi 400 Tahun Syekh Yusuf di Warkop Dg Anas, Jl RS Faisal, Makassar, Jumat (22/5/2026) pagi. Plt Sekretaris Golkar Sulsel itu ungkap alasan Musda Golkar Sulsel hingga kini belum digelar 
Ringkasan Berita:
  • Bahlil Lahadalia berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji
  • Musda Golkar Sulsel dipastikan digelar setelah Bahlil wukuf di Arafah
  • Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Arief Rosyid mengatakan, saat ini sejumlah elite utama DPP Partai Golkar tengah menunaikan ibadah haji

 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan belum akan digelar dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, M Arief Rosyid Hasan, usai menjadi narasumber diskusi “400 Tahun Syekh Yusuf” di Warkop Dg Anas, Jalan Faisal, Makassar, Jumat (22/5/2026).

Pasalnya, DPP Partai Golkar masih menunggu kepulangan Bahlil Lahadalia dari pelaksanaan ibadah haji di Makkah.

Puncak haji sendiri diperkirakan berlangsung pada 25–26 Mei 2026. 

Sedangkan proses pemulangan jemaah berlangsung mulai 1 Juni sampai 1 Juli 2026.

Menurut Arief, saat ini sejumlah elite utama DPP Partai Golkar tengah menunaikan ibadah haji.

Di antaranya Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal DPP Golkar Muhammad Sarmuji, hingga Bendahara Umum DPP Golkar Sari Yuliati.

“Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, Sekjen DPP Golkar Sarmuji, hingga Bendahara DPP Golkar Sari Yuliati sekarang ini lagi menunaikan ibadah haji,” kata Arief Rosyid.

Mantan Ketum PB HMI itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pengurus DPD I Golkar Sulsel, pelaksanaan Musda baru akan digelar setelah Bahlil kembali dari Tanah Suci.

“Sesuai informasi, Musda Golkar Sulsel digelar setelah ketum dari ibadah haji. Sebab pelaksanaan Musda Golkar Sulsel harus ada izin dari ketum,” ujarnya.

Meski demikian, Arief memastikan DPD I Golkar Sulsel tetap melakukan berbagai persiapan internal sambil menunggu kepastian jadwal dari DPP Partai Golkar.

Ia mengatakan, setelah perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pelaksanaan Musda Golkar Sulsel akan langsung dipacu.

“Setelah Lebaran Iduladha, kita akan gas pol pelaksanaan Musda Golkar Sulsel,” katanya.

Musda Golkar Sulsel sendiri menjadi salah satu agenda politik internal yang paling dinanti kader beringin di Sulsel. 

Hingga kini, Sulsel menjadi salah satu dari sedikit provinsi yang belum menggelar Musda dan menetapkan ketua DPD I definitif baru.

Sejumlah nama mulai ramai disebut bakal maju dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel. 

Di antaranya Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin.

Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, hingga Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.

Di tengah dinamika tersebut, DPP Partai Golkar sebelumnya juga menginginkan pelaksanaan Musda di seluruh daerah dapat berlangsung secara aklamasi tanpa voting terbuka.

Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, mengungkapkan Bahlil Lahadalia menginginkan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel berlangsung aklamasi.

“Ketua Umum Bahlil minta musda aklamasi. DPP ingin Musda Sulsel tidak ada voting. Lima musda di Pulau Sulawesi sudah selesai semua aklamasi,” kata Muhidin di hadapan kader Golkar.

Muhidin mengaku hingga kini belum mengusulkan jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel kepada Bahlil Lahadalia.

Ia memilih lebih dulu menuntaskan rangkaian konsolidasi kader di tiga daerah pemilihan selama menjabat pelaksana tugas Ketua Golkar Sulsel.

“Suara rakyat itu suara Golkar. Makanya saya belum usulkan jadwal musda kalau belum mendengarkan aspirasi kader. Harapan ketua umum, musda di 38 provinsi selesai secara aklamasi,” ujarnya.

Sepulang dari Soppeng, Muhidin mengaku akan segera bertolak ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum Partai Golkar

Dalam pertemuan itu, ia berencana melaporkan kondisi internal partai di Sulsel sekaligus mengusulkan jadwal pelaksanaan Musda.

Muhidin juga berharap Musda Golkar Sulsel kali ini tidak lagi berlangsung panas seperti Musda 2020 lalu yang sempat digelar di Jakarta.

“Kita berharap Musda Golkar Sulsel jangan lagi dibawa ke Jakarta. Cukup Musda 2020 lalu di Jakarta. Dulu saya dua malam tidak tidur gara-gara musda,” katanya.

Dokumentasi: TRIBUN TIMUR/ERLAN SAPUTRA 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved