Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Sulsel

Pidato Muhidin M Said Minta Solid dan Bersatu, 21 DPD II Golkar Dukung Appi

Saat berpidato di hadapan kader, Muhidin berulang kali meminta kader kompak, bersatu, dan, solid

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
KONSOLIDASI GOLKAR - Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said berpidato dalam acara konsolidasi kader di Gedung Serbaguna La Patau, Kabupaten Soppeng, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Sabtu (16/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Saat berpidato di hadapan kader, Muhidin berulang kali meminta kader kompak, bersatu, dan, solid
  • Ia beralasan, belum mengusulkan jadwal musda kepada Bahlil selama ini karena melihat kader belum kompak
  • Saat ini 21 DPD II Golkar kabupaten/kota dukung Munafri Arifuddin

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sulsel Muhidin M Said berulang kali menyebut kata solid, bersatu, dan kompak dalam pidato politiknya di Kabupaten Soppeng Sabtu (16/5/2026).

Soppeng jadi arena konsolidasi kader Golkar dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II DPR RI.

Dapil Sulsel II meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parerepare, Soppeng, Bone, Wajo, Sinjai, dan Bulukumba.

Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota hadir. Mereka diberi ruang menyampaikan aspirasi dan sosok kriteria calon pemimpin beringin rindang ke depan.

Saat berpidato di hadapan kader, Muhidin berulang kali meminta kader kompak, bersatu, dan, solid.

Ia beralasan, belum mengusulkan jadwal musda kepada Bahlil selama ini karena melihat kader belum kompak.

"Jadi ke depan kita harus lebih solid. Kalau ada problem sampaikan, mari kita dialog, karena ketua umum minta dan harapkan musdsa bisa aklamasi," kata Muhidin M Said dalam pidatonya.

Muhidin melihat kader dan pengurus Golkar Sulsel sudah kompak di Kabupaten Soppeng.

Pengurus dan anggota fraksi dari 9 kabupaten/kota Dapil Sulsel II hadir. Tak ketinggalan anggota DPRD Sulsel dari Maros sampai Sinjai turut hadir.

"Saya lihat Sulsel sudah kompak. Ketua umum minta semua musda aklamasi. Kita ingin Sulsel tidak ada voting. 5 musda di Sulawesi sudah selesai semua aklamasi, semua berjalan bagus, semua penuh kegembiraan," kata Muhidin.

Muhidin melanjutkan Golkar harus bersatu agar bisa bersaing dan tampil jadi pemenang di Pemilu 2029 ke depan.

Ia berharap beringin rindang bisa merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulsel yang hilang.

"Jadi saya berharap Sulsel lebih penuh kegembiraan dari 5 musda di Pulau Sulawesi, karena Sulsel punya sejarah panjang tentang Golkar. Golkar baru 1 kali kalah pemilu di Sulsel," kata Muhidin.

"Ini sangat menyedihkan. Ini yang ditunggu kompetitor kita, kalau ribut, pasti mereka (parpol lain) menang. Kalau kita tidak bersatu pasti mereka senang," sambung Muhidin.

Muhidin mengajak kader Golkar di 24 kabupaten/kota bersatu dan solid menghadapi pemilu 2029.

"Momentum 2029 momentum terbaik untuk rebut kembali kemenangan di Sulsel. Kuncinya kita harus solid, kita Kita harus bersatu," kata Muhidin.

Suhartina Bohari Harap Dukungan DPD II Jadi Pilihan DPP

Seusai pidato dan pembukaan, acara dilanjutkan konsolidasi.

Ketua Steering Commitee Armin Mustamin Toputiri memandu konsolidasi. Ia lebih dulu naik ke panggung.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu lalu mengajak Muhidin M Said dan Supriansa naik ke panggung.

Armin lalu mempersilakan 9 Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota berbicara dan menyampaikan kriteria calon pemimpina mereka.

Ketua DPD II Golkar Maros Suhartina Bohari berharap Musda Golkar Sulsel memperhatikan aspirasi dan keinginan dari kabupaten/kota.

"Sudah setahun lebih kita menantikan Musda Golkar Sulsel. Alhamdulillah besar harapan kami sebenarnya bahwa Golkar ke depan bisa lebih menerima saran, masukan atau dukungan dari beberapa teman-teman DPD II. Mungkin bisa dibangun dari komunikasi yang lancar antara DPD I dan DPD II," kata Suhartina Bohari.

Suhartina berharap, Ketua Umum Bahlil Lahadalia mempertimbangkan aspirasi dari 24 DPD II.

"Harapan kami apa yang menjadi dukungan kami, itulah yang menjadi pilihan ketua DPP untuk menetapkan Musda di Sulsel. Harapan kami, apa yang menjadi dukungan kami selama ini, itulah yang menjadi pilihan ketua DPP untuk menetapkan hasil Musda di Sulsel," kata Suhartina Bohari.

Mantan Wakil Bupati Maros itu berharap Muhidin M Said menyampaikan keinginan DPD II kepada Bahlil.

"Harapan kami sebenarnya, apa yang menjadi usungan kami, apa yang menjadi kegiatan kami selama ini, berkomunikasi dengan teman-teman DPD II, itulah yang menjadi suara kami yang disampaikan ke DPP untuk menjadi hasil Musda nantinya," kata Suhartina Bohari.

Sementara itu Plt Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina mendukung siapapun kader maju calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Menurutnya, calon ketua DPD I Golkar Sulsel harus satu visi dengan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

"Pada intinya, Calon Ketua Golkar Sulsel harus sejalan dengan Ketua umum," tegasnya saat sesi dialog dalam Konsolidasi Partai Golkar dapil Sulsel II di Gedung Serbaguna La Patau, Soppeng, Sabtu (16/5/2026).

Tak lupa ia memaparkan komitmen DPD II Golkar Barru mendukung kejayaan partai lambang pohon beringin di Sulawesi Selatan.

"Golkar Barru terus menunjukkan komitmen bertarung di dunia Politik, faktanya mengawinkan kemenangan di Pileg dan Pilkada 2024," tegas Plt Ketua DPD II Golkar Barru itu.

"Golkar mempertahankan 5 kursi dari 5 dapil di Barru. Sehingga merebut kursi Ketua DPRD untuk periode 2024-2029. Begitupun di Pilkada, kadernya Andi Ina Kartika Sari keluar sebagai pemenang dan menjadi Bupati," sambungnya.

21 DPD II Dukung Appi

Sebelum konsolidasi di Soppeng, 21 DPD II Golkar kabupaten/kota menyatakan dukungan kepada Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin.

Dalam setahun belakangan ini, 21 ketua-ketua DPD II rutin berkumpul dan bersilaturahmi dengan Appi di Makassar.

21 Ketua DPD II juga bergantian menyerahkan rekomendasi dukungan kepada Appi.

Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arief jadi ketua kelas.

Ia terbang langsung ke Jakarta mengantar surat dukungan pada Senin (12/1/2026) lalu.

Saat itu Zul datang bersama Ketua DPD II Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin, dan Sekretaris DPD II Golkar Makassar Andi Suharmika.

Mereka menemui Muhidin M Said di DPR RI.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai menjelang Musda ini, kekompakan kader Golkar sudah terlihat dari 21 DPD II Golkar di Sulsel yang telah mengusung satu kandidat.

“DPP Golkar lebih ingin ataupun sudah membaca sinyal-sinyal politik sebelumnya bahwa sudah ada kandidat yang di mufakati oleh setidaknya 21 DPD II,” kata Ali saat dihubungi wartawan Minggu (17/5/2026).

Ali Armunanto juga menilai arahan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel pada Konsolidasi Golkar di Dapil II Sulsel.

Menurutnya, DPP Golkar yang ingin hasil Musda XI DPD I Golkar Sulsel agar ketua terpilih secara aklamasi menjadi sinyal yang kuat agar dilakukan musyawarah mufakat.

“Itu artinya adalah sinyal yang kuat bahwa DPP Golkar ingin dilakukan musyawarah mufakat artinya bukan pemilihan tapi dimufakati langsung siapa yang mau dipilih,” ungkapnya.

Ali Armunanto menganggap bahwa pengulangan kata konsolidasi dan penekanan kata solid dan kompak pada arahan Muhidin dalam konsolidasi tersebut menandakan bahwa DPP Golkar menginginkan DPD II Golkar di Sulsel mufakat dan memilih satu kandidat.

“Itu di ulang-ulang terus kata konsolidasi, terus ditanyakan apakah sudah kompak? Apakah sudah bersatu? Apakah sudah solid? Itu kesimpulan yang sama, tapi diksi-diksi yang berbeda, saya kira DPP Golkar menginginkan itu dan penekanannya bahwa semua harus kompak, semua harus pilih satu kandidat dan mufakat,” jelasnya.

Ali Armunanto juga menganalisis penyampaian Muhidin bahwa suara rakyat adalah suara golkar bukan sebaliknya suara golkar adalah suara rakyat.

“Disitu terbaca bahwa DPP Golkar lebih ingin ataupun sudah membaca sinyal-sinyal politik sebelumnya bahwa sudah ada kandidat yang di mufakati oleh setidaknya 21 DPD II. Dan DPP Golkar mendengarkan aspirasi kader dari bawah. Saya rasa itu semua sinyal-sinyal,” ungkapnya.

Ali Armunanto juga menilai bahwa belum adanya jadwal Musda XI DPD I Golkar Sulsel karena persoalan konsolidasi, menunggu adanya kesepahaman, persoalan munculnya satu calon yang didukung oleh mayoritas DPD II Golkar se-Sulsel sehingga tidak perlu ada deliberasi yang terlalu lama dalam proses Musda tapi kemudian langsung disepakati.

“Pak Muhidin akan melaporkan ke DPP Golkar dan itu sinyal bahwa setelah tiga kali kunjungan ke Dapil Sulsel yang dilakukan, Pak Muhidin sudah menemukan kesimpulan dan sudah berhasil mengonsolidasikan, serta juga sudah tahu siapa yang akan dipilih oleh 24 DPD II Golkar,” nilainya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved