Banjir Sulsel
Waspada! BMKG Peringatkan Status Awas hingga Waspada Banjir dan Longsor 25 hingga 27 Februari 2026
BMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini cuaca berpotensi menimbulkan dampak risiko banjir dan tanah longsor di Sulawesi Selatan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta melakukan langkah mitigasi dini guna meminimalisasi risiko dampak hidrometeorologi.
Warga di daerah aliran sungai, kawasan pesisir, serta wilayah perbukitan dan lereng diharapkan terus memantau informasi resmi BMKG dan segera melakukan langkah antisipatif apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama.
Plt Kepala BMKG IV Makassar Nasrol Adil mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi.
"Potensi cuaca ekstrem dipicu oleh meningkatnya curah hujan signifikan di sejumlah wilayah Sulsel pada akhir Februari," katanya dalam keterangan rilis BMKG Makassar, Senin (23/2/2026).
Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby.
Serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan melanda Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.
"Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan bagian selatan," ujarnya.
Ia turut mengingatkan masyarakat pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi itu berpeluang terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Kepulauan Selayar, Bulukumba, Kepulauan Takabonerate, serta Perairan Jeneponto.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan.
Upaya yang perlu dilakukan antara lain memastikan kesiapan infrastruktur dan tata kelola sumber daya air, penataan lingkungan, serta langkah pengurangan potensi dampak bencana.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Termasuk menghindari area rawan bencana, serta aktif memantau informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG dan instansi terkait. (tribun-timur.com/siti aminah)
| 4 Wilayah Terendam Banjir Pasca Hujan Deras Guyur Sulsel |
|
|---|
| Sistem Peringatan Dini Tertinggal Perparah Dampak Bencana |
|
|---|
| BADKO HMI Sulsel Anggap Banjir Sulsel Akibat Tambang Minta Polda-Kejati Usut Kerusakan Lingkungan |
|
|---|
| Banjir Sulsel, Aktivis Lingkungan: Kerusakan Hulu Sungai Picu Bencana Ekologis dan Sosial |
|
|---|
| Banjir Rendam 4 Kabupaten, Pemprov Sulsel Bangun Dapur Umum, Turunkan Alat Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HUJAN-DERAS-Sejumlah-pengendara-motor-BNKG.jpg)