Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konferwil GP Ansor Sulsel

Kader Ansor Sulsel Bentangkan Spanduk Dukung Luwu Raya di Konferwil

Kader Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung Provinsi Luwu Raya di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (14/2/2026).

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PEMEKARAN LUWU RAYA - Pembentangan spanduk dalam Konferwil Ansor Sulsel di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (14/2/2026). Ansor Sulsel mendukung pembentukan Luwu Raya. 
Ringkasan Berita:
  • Para anggota Ansor berteriak “Kami Mendukung Pemekaran Luwu Raya Untuk Menjadi Provinsi”

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Hal menarik terjadi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan (Sulsel) di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu (14/2/2026).

Pasalnya, usai sambutan dari Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel, Andi Munawir, terbentang spanduk dukungan pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui aksi simbolik dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Gerakan Pemuda Ansor Se-Sulsel Mendukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya”.

Pantauan di lokasi, sejumlah kader Ansor mengenakan atribut organisasi berwarna hijau.

Mereka tampak kompak berdiri di dalam ruangan sambil mengangkat spanduk dukungan.

Para anggota Ansor berteriak “Kami Mendukung Pemekaran Luwu Raya Untuk Menjadi Provinsi”

Dalam teriakan itu, beberapa di antaranya terlihat melakukan dokumentasi menggunakan kamera dan ponsel.

Baca juga: Gubernur Sulsel Naik Heli ke Bantaeng Saat Aksi DOB Provinsi Luwu Raya Masih Bergejolak

Ketua GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus, mengatakan dukungan tersebut harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan aturan.

“Ya tentu kalau itu sesuai dengan konstitusi kenapa tidak, apa yang menjadi perjuangan saudara-saudara di sana harus di-support, sepanjang sesuai dengan aturan,” katanya usai pembukaan Konferwil dj Asrama Haji Sudiang.

Ia mengaku, jika Provinsi Luwu Raya terbentuk, maka wilayah administratif Sulawesi Selatan akan bertambah.

“Kalau ada Provinsi Luwu Raya, wilayah kita bertambah lagi,” ungkapnya.

Namun demikian, Rusdi menekankan bahwa sikap Ansor tidak berada pada posisi pro maupun kontra terhadap wacana tersebut.

“Tapi ini tidak dalam konteks pro atau kontra, jadi apa yang disuarakan itu adalah hak dari mereka yang ada di sana,” jelasnya.

Lanjut Rusdi, secara organisasi Ansor tetap akan mengikuti keputusan pimpinan pusat, namun perjuangan yang dilakukan oleh kader di daerah merupakan bagian dari aspirasi lokal.

“Tentu kita harus mengikuti apa yang menjadi keputusan pimpinan pusat, tapi apa yang dilakukan oleh sahabat yang ada di sana menjadi perjuangan mereka,” jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved