Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Partai Golkar

Muhidin: Jokowi Gabung PSI Bukan Ancaman bagi Golkar, Kenapa Harus Ditakuti

Muhidin sampaikan pilihan politik Jokowi merupakan hak pribadi yang patut dihormati dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
JOKOWI GABUNG PSI - Kolase elite DPP Partai Golkar Muhidin (kiri) dan Joko Widodo (kanan). Muhidin sebut kehadiran Jokowi di PSI bukan ancaman bagi Golkar. Hal itu disampaikan saat ditemui di markas partai pohon beringin di Jl Ammanagappa, Makassar, Minggu (1/2/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Pilihan politik Jokowi merupakan hak pribadi yang patut dihormati dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.
  • Golkar adalah partai besar dengan pengalaman panjang dalam dinamika politik nasional.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah ancaman bagi partai pohon beringin.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, Muhidin M Said.

Menurutnya, pilihan politik Jokowi merupakan hak pribadi yang patut dihormati dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.

“Tidak ada ancaman. Itu hak dia. Masa yang begitu kita jadikan ancaman. Terlalu anulah (kecil) buat Golkar,” ujar Muhidin saat dimintai tanggapan di Markas Golkar Sulsel, Minggu (1/2/2026).

Muhidin menyebut, Golkar adalah partai besar dengan pengalaman panjang dalam dinamika politik nasional. 

Partai berlambang pohon beringin itu, kata dia, telah berdiri sejak 1962 dan melewati berbagai fase politik.

Baik sebagai partai pemerintah maupun oposisi dalam berbagai kontestasi pemilihan presiden.

Baca juga: Golkar Tak Terganggu Jokowi Total Dukung PSI, Muhidin: Golkar Sudah Punya Sikap

“Golkar ini sudah berumur 61 tahun sejak berdiri tahun 1962. Masa yang begitu kita mau takuti,” tegasnya.

Ia menambahkan, banyak tokoh yang kini berkiprah di PSI sejatinya pernah berproses dan belajar politik di Partai Golkar.

 Karena itu, Muhidin menilai hubungan antarpartai seharusnya tetap ditempatkan dalam kerangka saling menghormati.

“Hampir semua yang berkiprah di sana itu pernah belajar di Golkar. Jadi kita saling memahami,” katanya.

Muhidin juga memastikan, hingga saat ini tidak ada persoalan antara Golkar dan PSI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

 Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik tidak lantas merusak hubungan antarkader dan antarelite partai.

“Kita hormati, itu hak dia. Dan mereka juga di sana tidak ada masalah sama kita. Kita tetap berkawan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved