Warga Tonrong Sinjai Terpaksa Ditandu 2 Kilometer Karena Jalan Rusak
Seorang warga bernama Ranti (22) terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga setempat untuk dibawa berobat ke Kota Makassar
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Dari video yang beredar, puluhan warga terlihat bergantian memikul tandu sederhana yang terbuat dari bambu dan sarung
- Mereka melewati jalan tanah, jembatan, serta jalur berbatu sejauh kurang lebih dua kilometer sebelum pasien dapat dijangkau kendaraan
- Kondisi medan yang berat membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan harus menandu seorang pasien sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat sulitnya akses jalan
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Seorang warga bernama Ranti (22) terpaksa ditandu oleh keluarga dan warga setempat untuk dibawa berobat ke Kota Makassar.
Dari video yang beredar, puluhan warga terlihat bergantian memikul tandu sederhana yang terbuat dari bambu dan sarung.
Mereka melewati jalan tanah, jembatan, serta jalur berbatu sejauh kurang lebih dua kilometer sebelum pasien dapat dijangkau kendaraan.
Kondisi medan yang berat membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama.
Sebagian warga berjalan kaki, sementara lainnya menggunakan sepeda motor untuk membantu perjalanan menuju titik yang bisa dilalui kendaraan.
Keluarga pasien, Israil mengatakan Ranti telah lama menderita anemia yang menyebabkan tubuhnya lemas dan kehilangan nafsu makan.
“Ranti sudah lama sakit anemia. Selama ini dirawat di rumah dengan perawatan tradisional keluarga. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, kami memutuskan membawanya berobat ke salah satu klinik di Kota Makassar,” kata Israil kepada Tribun-Timur.com, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan kondisi Ranti saat ini sudah sangat lemah sehingga tidak memungkinkan lagi dibonceng menggunakan sepeda motor.
“Karena sudah sangat lemas dan tidak bisa dibonceng motor, akhirnya kami tandu menggunakan bambu dan sarung,” ujarnya.
“Jalan menuju kampung juga tidak bisa dilalui mobil, apalagi sekarang masih sering turun hujan,” lanjutnya.
Menurut Israil, kondisi seperti ini bukan pertama kali dialami warga Dusun Tonrong.
“Hampir setiap ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis, proses penjemputan maupun evakuasi harus dilakukan secara manual,” katanya.
| Alasan Penggiat Bola Sinjai Fahmi Sulthoni Jagokan Senegal di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Ketua KPU Sinjai Muhammad Rusmin Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Rumah Warga di Lappa Sinjai Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta |
|
|---|
| Perlakuan Tentara Israel saat Menangkap Relawan asal Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260602-Detik-detik-warga-menandu-pasien.jpg)