Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Longsor Bantaran Sungai di Bongki Sinjai Utara Ancam Dua Rumah Warga

Andi Octave mengatakan longsor dipicu curah hujan tinggi mengguyur wilayah Sinjai sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
LONGSOR SINJAI - Penampakan longsor bantaran sungai Sungai Bottompare, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Minggu (10/5/2026). longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sinjai sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi (dok. BPBD Sinjai) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Tanah longsor terjadi di bantaran Sungai Bottompare, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Minggu (10/5/2026).

Peristiwa itu dibenarkan Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave. 

“Benar kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.00 WITA,” kata Andi Octave kepada Tribun-Timur, 

Andi Octave mengatakan longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sinjai sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.

“Akibat tingginya debit air sungai, terjadi gerusan pada bantaran sungai hingga menyebabkan talud penahan tebing ambruk,” ujarnya. 

Talud sepanjang kurang lebih 12 meter dengan tinggi sekitar 5 meter mengalami rusak berat.

“Kondisi tanah yang labil membuat longsoran terus mengikis area di bawah bangunan warga,” ujarnya. 

Ia ungkap dia bangunan di sekitar lokasi kini terancam akibat pondasi menggantung dan terkikis.

Bangunan tersebut masing-masing satu unit rumah walet dan satu rumah milik warga bernama Semin.

Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.

“Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi,” katanya. 

BPBD Sinjai telah turun ke lokasi melakukan pemantauan dan pendataan dampak kejadian.

“Anggota sudah turun melakukan pendataan, laporannya juga telah diteruskan ke BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan BNPB,” ujarnya.

Bupati Sinjai, Ratnawati Arif mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sinjai.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun daerah rawan longsor untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau warga tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved