Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecelakaan Maut di Sinjai

Pengendara Honda Supra Tewas Tabrak Truk Parkir di Sinjai Selatan

Kecelakaan maut di Sinjai Selatan, pengendara Honda Supra meninggal usai menabrak truk yang terparkir di badan jalan…

|
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Polres Sinjai
KECELAKAAN MAUT - Personel Sat Lantas Polres Sinjai melakukan olah TKP kecelakaan maut di Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulsel, Jumat (13/2/2026) malam. Pengendara Honda Supra meninggal dunia usai menabrak truk yang terparkir di bahu jalan. 
Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan terjadi di Poros Dusun Labettang, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai, Sulsel, Jumat (13/2/2026). 
  • Pengendara Honda Supra, Mustafaenul Akhyar (31), menabrak truk Hino yang terparkir di badan jalan. 
  • Akibat benturan keras, korban mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Sinjai
  • Polisi mengimbau pengendara lebih waspada di jalur rawan kecelakaan.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Trans Sinjai–Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).

Tepatnya di Poros Dusun Labettang, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

Desa Palae berjarak 10 kilometer dari Ibu Kota Sinjai, dengan jarak tempuh 25 menit.

Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Supra hitam dengan nomor polisi DD 2136 ZG dan satu unit mobil truk hino hijau nomor polisi DD 8360 RY.

Peristiwa ini dibenarkan Kasat Lantas Polres Sinjai, AKP Sukri Liwang saat dihubungi Tribun-Timur.com.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 19:30 Wita,” kata AKP Sukri.

Identitas pengendara motor bernama Mustafaenul Akhyar (31) warga Dusun Topangka, Desa Bulukamase, Kecamatan Sinjai Selatan.

Sementara itu, sopir mobil truk Aswan Malik (28) warga Jalan Andi Kambo, Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

AKP Sukri menjelaskan pengendara motor bergerak dari arah Utara ke Selatan dengan kecepatan tinggi.

Pengendara motor diduga tidak dapat mengendalikan kendaraannya hingga menabrak truk terparkir di badan jalan pada jalur yang sama.

Akibat benturan keras tersebut, Mustafaenul Akhyar meninggal dunia dengan luka terbuka pada bagian kepala sebelah kanan, serta pendarahan pada mulut dan hidung.

Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai

“Korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dilarikan ke RSUD Sinjai namun nyawanya tidak terselamatkan,” ujarnya.

Baca juga: Delapan Titik Rawan Kecelakaan di Sinjai

Delapan Titik Rawan Kecelakaan di Sinjai

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sinjai, Sulawesi Selatan Ipda Ridwan, menyampaikan delapan lokasi yang perlu diwaspadai pengendara. 

Salah satunya di Kecamatan Sinjai Utara.

Tepatnya Tikungan Bonto, yang minim penerangan pada malam hari sehingga kerap memicu kecelakaan.

Di Kecamatan Sinjai Timur, ruas Baccara Tongke-Tongke dekat area pekuburan juga berisiko karena jalan sempit dan aktivitas warga padat.

Kondisi serupa terdapat di Sinjai Tengah, Jalan Poros Lappa Data, yang sering menimbulkan kesulitan kendaraan berpapasan.

Wilayah Sinjai Barat memiliki titik rawan di Poros Manipi Arabika dengan jalan bergelombang di perbukitan.

Sementara di Tellu Limpoe, Batu Boddong wilayah Samaturue, terdapat turunan dan tikungan tajam yang berbahaya saat jalan licin.

Di Sinjai Selatan, area Penurunan Dada sekitar jembatan menjadi titik rawan karena turunan tajam berpotensi membuat kendaraan kehilangan kendali.

Sedangkan di Sinjai Borong, Kelurahan Pasir Putih depan puskesmas, terdapat pendakian dengan jalan sempit yang berisiko saat kendaraan berlawanan arah bertemu.

Terakhir, di Kecamatan Bulupoddo, pertigaan Palla dekat instalasi PDAM menjadi titik rawan akibat arus kendaraan dari berbagai arah tanpa rambu memadai.

Ipda Ridwan mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan, tidak memaksakan kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum bepergian.

“Potensi kecelakaan bisa terjadi kapan saja, terutama di jalur dengan tikungan tajam, turunan curam, jalan sempit, maupun permukaan bergelombang,” ujarnya.

Seorang warga Sinjai Utara, Fajar, berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan, termasuk pemasangan rambu, marka jalan, dan pencahayaan tambahan.

“Kurangnya pencahayaan kerap menjadi faktor pemicu kecelakaan karena jarak pandang pengendara terbatas,” katanya.

Kabupaten Sinjai terletak di pantai timur Provinsi Sulawesi Selatan.

Lokasinya berjarak sekitar 223 km dari Kota Makassar. (*)

 


 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved