Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sepanjang 2025, Sinjai Catat 92 Kasus Bencana Alam

Kasus bencana alam di Sinjai meningkat sepanjang 2025, didominasi cuaca ekstrem. BPBD keluarkan peringatan dini.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Muh Ainun Taqwa
BPBD SINJAI - Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor BPBD Sinjai, Jl Bhayangkara, Sinjai Utara (6/1/2026). Bencana alam di Sinjai meningkat sepanjang 2025.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Bencana alam di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meningkat sepanjang 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave yang ditemui Tribun-Timur di kantornya, Selasa (6/1/2026).

Kantor BPBD Sinjai terletak di Jl Bhayangkara, Kecamatan Sinjai Utara, berjarak 500 meter dari Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai.

“Kita (BPBD) Sinjai mencatat peningkatan bencana alam terjadi selama 2025,” kata Andi Octave mengenakan kemeja hijau tua.

Andi Octave mengatakan bencana alam terjadi di Sinjai selama 2025 mencapai 92, sementara 2024 hanya 71 kasus.

“Peningkatan cukup tinggi mencapai 21 kasus,” ujarnya.

Baca juga: BMKG: 3 Hari ke Depan, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Pesisir Barat Sulsel

Rincian bencana alam 2025:

Cuaca ekstrem 47

Banjir rob 10

Tanah longsor 17

Banjir 14

Abrasi 2

Gelombang ekstrem 2

Bencana alam 2024:

Angin kencang 18

Tanah longsor 37

Banjir 10

Gelombang tinggi 3

Abrasi 3.

“Kalau 2025 bencana alam didominasi cuaca ekstrem dan 2024 didominasi tanah longsor,” katanya.

Terkini, Pemkab Sinjai melalui BPBD Sinjai mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem kategori waspada.

Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, meminta masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Selain itu, kata Ratnawati, siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, dan tanah longsor.

Ia mengingatkan, pengguna jasa transportasi dan operator transportasi laut agar tetap mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved