Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Blank Spot

Warga Bulutellue Sinjai Harus Jalan Kaki Cari Sinyal, Kominfo Minta Desa Ajukan Pengadaan Starlink

Warga di sejumlah desa di Sinjai masih kesulitan akses internet. Mereka harus berjalan jauh, bahkan memanjat pohon untuk mencari sinyal.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Samsul Bahri
BLANK SPOT - Seorang warga di Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mencari jaringan internet seluler, Senin (29/12/2025). Hingga kini masih terdapat sembilan daerah di Sinjai yang belum terjangkau jaringan internet seluler. 

Ringkasan Berita:
 
  • Sebanyak sembilan daerah di Kabupaten Sinjai, Sulsel, masih blank spot internet seluler. 
  • Warga harus berjalan jauh bahkan memanjat pohon untuk mencari sinyal. Kondisi ini menyulitkan saat darurat dan menghambat usaha digitalisasi pertanian. 
  • Dinas Kominfo Sinjai berharap desa mengajukan usulan ke Kementerian Kominfo dan provider untuk pembangunan BTS.

 

TRIBUNSINJAI.COM, BULUPODDO – Sembilan daerah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih blank spot jaringan telepon maupun internet. 

Kondisi ini disebut Dinas Kominfo terjadi di wilayah terpencil.

Di Kecamatan Bulupoddo, titik blank spot berada di Desa Bulutellue, tepatnya di Dusun Tana Tekko dan Dusun Langori/Alehanuae.

Desa Bulutellue, Kecamatan Bulupoddo berjarak sekitar 22,6 kilometer dari ibu kota Sinjai.

Di Kecamatan Sinjai Selatan, jaringan buruk ditemukan di sekitar SDN 109 Cappagalung, Gova, Kelurahan Sangiasserri, serta di Dusun Safaere, Desa Puncak.

Dusun Safaere, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, berjarak kurang lebih 40 kilometer dari pusat kota.

Di Kecamatan Sinjai Barat, blank spot di Desa Botolempanga (Dusun Ambi) dan Desa Gunung Perak, Tassoso.

Dusun Ambi, Desa Botolempangan jarak menuju ibu kota Sinjai mencapai sekitar 60 kilometer.

Dusun Tassoso merupakan titik blank spot yang paling jauh, dengan jarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota Sinjai.

Warga terdampak mengaku sangat kesulitan.

Mereka harus mencari titik tertentu, berjalan ratusan meter bahkan kilometer untuk mendapatkan sinyal.

“Kita harus berjalan kaki keluar rumah, manjat pohon, atau berjalan ratusan meter bahkan kilometer cari sinyal,” kata Wahyu, pemuda Desa Bulutellue, Selasa (30/12/2025).

Kesulitan makin terasa saat ada kebutuhan darurat, seperti keluarga sakit, kecelakaan, atau urusan hukum.

Di desa Wahyu, ada warga membuka usaha sewa jaringan internet dengan tarif voucher Rp2.000 per jam.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved