Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suami Aniaya Istri di Sinjai, BKPRMI Soroti Dampak Miras

Suami tega menebas istrinya hanya karena ditegur saat minum ballo. BKPRMI angkat bicara soal bahaya miras.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR
PENGANIAYAAN ISTRI SINJAI - Ketua BKPRMI Sinjai Utara, Baso Salahuddin. Ia meminta aparat dan pemerintah meningkatkan pencegahan serta penindakan terhadap peredaran miras di Sinjai. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus KDRT di Sinjai, Sulsel, memicu perhatian publik. Seorang suami menganiaya istrinya hingga dua jari putus karena ditegur saat minum miras ballo. 
  • Ketua BKPRMI Sinjai Utara, Baso Salahuddin, menilai miras merusak keluarga dan akal sehat. 
  •  Baso Salahuddin mengimbau masyarakat menjauhi miras serta meminta aparat meningkatkan pencegahan dan penindakan.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) jadi perhatian publik.

Suami bernama Mawan (47) menganiaya istrinya MR (35) dengan parang.

Akibatnya, dua jari tangan MR putus dan kepala terluka.

Peristiwa terjadi di Jl Bulo-bulo Timur, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (5/12/2025).

Polisi menyebut motif pelaku karena emosi ditegur saat minum miras jenis ballo.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sinjai Utara, Baso Salahuddin, menyoroti kasus tersebut.

Menurutnya, tindakan suami menebas istrinya hanya karena dilarang minum miras sangat memprihatinkan.

Kata dia hal ini tidak boleh dianggap sepele.

“Tindakan ini bukan hanya mencederai fisik istrinya, tetapi juga merusak keharmonisan keluarga serta mencerminkan lemahnya kontrol diri akibat pengaruh miras,” kata Baso, Senin (8/12/2025).

Ia menuturkan banyak perbuatan merugikan berawal dari kebiasaan minum miras.

Seperti perkelahian, penganiayaan, kecelakaan, hingga kriminalitas.

“Miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga akal pikiran, menghancurkan keluarga, dan menghilangkan rasa hormat dalam rumah tangga,” ujarnya.

Baso mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi miras dalam bentuk apa pun.

“Miras hanya akan menambah masalah baru. Jadi jaga keluarga dan kendalikan diri,” katanya.

Ia berharap aparat dan pemerintah meningkatkan upaya pencegahan serta penindakan terhadap peredaran miras.

Khususnya ballo, demi keselamatan dan ketertiban masyarakat. (*)

 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved