Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Hari Jadi Sidrap, Kepemimpinan Syaharuddin Dinilai Selaras Falsafah Bugis

Di mana Nene Mallomo dikenal warga Sidrap sebagai Tau Accana Sidenreng atau orang bijak Sidenreng.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
HUT SIDRAP - Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif (berbatik biru) bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (tengah) berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, akhir 2025. Syahar mendapat apresiasi atas capaiannya dalam satu tahun memimpin Sidrap 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR — Duet Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif–Nurkanaah (SAR–Kanaah) dinilai telah mewujudkan nilai-nilai kepemimpinan Nene Mallomo dalam menjalankan pemerintahan.

Nene Mallomo (La Pagala) merupakan tokoh legendaris Sidrap pada abad ke-17 yang dikenal sebagai intelektual sekaligus hakim berintegritas. 

Ia masyhur dengan prinsip Ade’ Temmakkeana Temmakkeappo, hukum tidak mengenal anak dan cucu yang menegaskan keadilan tanpa pandang bulu.

Penilaian tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren Sehati–Lapakolongi Sidrap, Dr Wahidin Arrafany, dalam catatan reflektif memperingati Hari Jadi Sidrap ke-682. 

Peringatan hari jadi tersebut jatuh pada 18 Februari 2026.

Menurutnya, kepemimpinan SAR–Kanaah selaras dengan falsafah Bugis yang melekat pada sosok Nene Mallomo.

Di mana Nene Mallomo dikenal warga Sidrap sebagai Tau Accana Sidenreng atau orang bijak Sidenreng.

Menurut Wahidin, falsafah kepemimpinan Nene Mallomo tercermin dalam tiga peran utama.

Yakni memberi teladan di depan, bekerja bersama rakyat di tengah, serta mengarahkan dan mengendalikan dari belakang. 

“Ketiga corak itu tampak dipraktikkan Bupati -Wakil Bupati Sidrap dalam memimpin Sidrap,” ujarnya kepada Tribun Timur, Senin (16/2/2026).

Ia menilai, ketika berada di depan, Syahar dan Nurkanaah menunjukkan keteladanan melalui etos kerja yang konsisten dan pengabdian tanpa mengenal waktu. 

Di tengah masyarakat, keduanya dinilai membangun kedekatan dengan pendekatan humanis.

“Keduanya hadir langsung menyapa warga, dan menguatkan semangat kebersamaan,” katanya.

Dari belakang layar, Syahar dinilai aktif mengontrol kinerja aparatur dengan mengedepankan semangat Saro Mase Sidenreng Rappang.

Yakni kepedulian yang disertai semangat saling berbagi. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved