Ayam di Sidrap Hasilkan 4,5 Juta Butir Telur Per Hari, Dipasok untuk Sulawesi hingga Papua
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, bertemu dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian
Penulis: Humas Setda Sidrap | Editor: Edi Sumardi
Ringkasan Berita:Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bertemu dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, di Kantor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).Syaharuddin menjelaskan, saat ini Sidrap memiliki populasi ayam petelur sekitar 4,8 juta ekor dengan produksi harian mencapai 4,5 juta butir telur.Sidrap menjadi salah satu sentra telur terbesar di Indonesia Timur, memasok kebutuhan hingga ke Papua, Maluku, Kalimantan, dan berbagai daerah di Sulawesi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, bertemu dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, di Kantor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Pertemuan ini membahas strategi penguatan sektor peternakan, khususnya peningkatan populasi ayam petelur di Kabupaten Sidrap.
Syaharuddin menjelaskan, saat ini Sidrap memiliki populasi ayam petelur sekitar 4,8 juta ekor dengan produksi harian mencapai 4,5 juta butir telur.
Sidrap menjadi salah satu sentra telur terbesar di Indonesia Timur, memasok kebutuhan hingga ke Papua, Maluku, Kalimantan, dan berbagai daerah di Sulawesi.
“Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kami menargetkan populasi ayam petelur bisa mencapai 10 juta ekor. Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan hal itu,” ujar Syaharuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo Mahluddin Sam dan Kabag Umum dan Protokol Irham Imran juga memaparkan langkah-langkah Pemkab Sidrap menjaga stabilitas harga dan produksi, antara lain dengan penetapan harga acuan telur dua kali seminggu, rapat rutin bersama peternak dan pedagang, serta kerja sama antardaerah untuk distribusi telur.
Syaharuddin turut menyoroti inovasi masyarakat Sidrap dalam mengembangkan pola kandang kering di halaman rumah, yang memberdayakan ekonomi keluarga.
“Istrinya mengelola kandang, suaminya mengurus sawah. Pola ini terbukti efektif menggerakkan ekonomi berbasis pertanian dan peternakan,” jelasnya.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengapresiasi upaya Pemkab Sidrap menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tingkat peternak.
“Terobosan Bupati Sidrap sangat inspiratif. Tahun 2026 kami berencana memulai program peternakan nasional yang akan melibatkan Sidrap sebagai daerah percontohan,” ujarnya.
Agung menambahkan, Sidrap layak menjadi model pengembangan peternakan di Indonesia Timur karena keberhasilannya menjaga produksi, harga, dan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.(*)
| Demi Bayar Uang Sekolah, Dua Remaja di Parepare Curi Ayam Warga |
|
|---|
| 5 Ribu Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Penggerek Batang, Kementan Turun Tangan |
|
|---|
| Polisi Bongkar Arena, Judi di Buntu Batu Luwu Tetap Jalan |
|
|---|
| Syaharuddin Alrif Sebut Tak Pernah Bahas Bibit Nanas di APBD Sulsel 2024 |
|
|---|
| Omzet Penjual Kopi Tembus Rp9 Juta di Turnamen Domino Sidrap, Syahar Kaget |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251107-Bupati-Sidenreng-Rappang-Syaharuddin-Alrif.jpg)