Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Protes Beras Bantuan Berkutu, Bulog Langsung Tarik 363 Karung dari Pinrang

Hal itu viral di media sosial (medsos) usai diunggah Kepala Desa Mattombong di medsos pribadinya.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
BERAS BULOG - Kepala Desa Mattombong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang, Tahir memprotes beras bantuan pangan Bulog yang diunggah di medsos pribadinya, Senin (25/5/2026) kemarin. Kini Bulog telah mengambil dan menarik bantuan beras tersebut. 

Pemerintah desa hanya berhak memastikan kelayakan bantuan yang tiba di kantor.

Kini Bulog telah mengambil dan menarik kembali 363 karung beras tersebut.

"Sudah diambil tadi pagi," ungkapnya.

Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan beras pengganti tiba.

Di momen Iduladha ini, kata Kepala Desa, warga sangat berharap bisa menikmati beras bagus saat momen Iduladha.

Sebanyak 180 warga terpaksa menunda keinginan memasak beras bantuan pemerintah.

"Karena kami menunggu penggantian dari Bulog," pungkas Tahir dengan kecewa.

Sebelumnya diberitakan, video viral aparat Desa Mattombong di Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan bantuan beras dari Bulog dalam keadaan rusak.

Lokasi Desa Mattombong sendiri di Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang.

Dalam video viral yang diunggah Kepala Desa Mattombong di media sosial pribadinya dengan nama akun Tahir Tho Lisse.

Di video itu terlihat aparat desa sedang membuka sedikitnya lima karung beras bantuan medium dari Bulog yang akan disalurkan ke warga.

Namun saat pengecekan itu, aparat desa menemukan kondisi beras tidak layak konsumsi karena telah menguning, menghitam, dan dipenuhi kutu.

"Jadi ini adalah sampel beras yang ada di Mattombong untuk bantuan pangan. Ini sudah mulai agak hitam, kekuning-kuningan," kata Kepala Desa Mattombong, Tahir dalam videonya dikutip Tribun-Timur.com, Selasa (26/5/2026).

Saat diteliti lebih dekat, petugas juga menemukan hama kutu yang hidup di sela-sela butiran beras tersebut. 

"Ayo kita lihat... supaya kita lihat sudah mulai naik kutu-kutunya. Ini tabe, sudah mulai ada kutu. Itu sampel pertama," lanjutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved