Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iduladha

Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban di Pinrang Naik hingga Rp 2 Juta

Pedagang Sapi, Abdul Kadir Dalle, memastikan seluruh sapi miliknya dalam kondisi sehat

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
IDUL ADHA - Harga sapi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kenaikan hingga Rp2 juta, Kamis (21/5/2026). Pedagang sapi menyebut kenaikan harga dipicu naiknya harga barang dan bbm. 
Ringkasan Berita:
  • Persediaan sapi di lokasi penjualan di Pinrang terlihat melimpah untuk memenuhi permintaan warga
  • Pedagang Sapi, Abdul Kadir Dalle, memastikan seluruh sapi miliknya dalam kondisi sehat
  • Pemeriksaan kesehatan hewan telah difasilitasi penuh oleh pihak Dinas Peternakan Pinrang

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Pedagang sapi kurban di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai bersiap menyambut Idul Adha tahun ini.

Dari pantauan Tribun Timur di Desa Alitta, Kecamatan Mattirobulu.

Persediaan sapi di lokasi penjualan terlihat melimpah untuk memenuhi permintaan warga.

Pedagang Sapi, Abdul Kadir Dalle, memastikan seluruh sapi miliknya dalam kondisi sehat.

Pemeriksaan kesehatan hewan telah difasilitasi penuh oleh pihak Dinas Peternakan Pinrang.

"Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan hewan kurban di fasilitas oleh dinas terkait," kata Kadir kepada Tribun-Timur.com, Kamis (21/5/2026).

Kadir yang telah puluhan tahun berternak sapi ini, menyebut sapi dagangannya didominasi pasokan dari Kabupaten Bone dan Sinjai.

Terdapat juga kiriman sapi dari luar pulau untuk menambah variasi stok.

Mayoritas sapi yang dijual di lokasi ini adalah jenis sapi Bali.

Namun, tersedia pula beberapa ekor sapi jenis Limosin, Simental, dan Brahman.

Kadir mengungkapkan jumlah sapi di tempatnya mencapai ratusan ekor untuk pelanggan.

Meskipun stok banyak, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan harga tersebut berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Kadir mencontohkan harga sapi yang awalnya Rp 15 juta kini menjadi Rp 17 juta.

Ia menyatakan kenaikan harga dipicu oleh naiknya biaya barang dan BBM.

Kenaikan harga daging di pasaran turut memengaruhi nilai jual hewan kurban.

Harga akhir sangat bergantung pada pembelian langsung dari tingkat petani lokal.

Senada dengan Kadir, pedagang lain, Akbar turut merasakan tren kenaikan harga hewan kurban ini.

Akbar mencatat kenaikan serupa terjadi pada sapi dagangannya menjelang hari raya kurban.

"Kenaikannya dari Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Jadi contohnya ada Rp16 juta kini dijual Rp17,5 juta," bebernya.

Akbar yang telah menjual sapi selama 7 tahun ini, mengambil stok sapi dari Kabupaten Bone.

"Semuanya sapi ini, saya ambil dari daerah Bone saja," katanya.

Kendati harga naik, minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi seperti tahun lalu.

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved