Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siap Hadapi El Nino Panjang, Bulog Parepare Punya Stok 150 Ribu Ton Beras

Bulog Parepare saat ini memiliki stok 150 ribu ton beras, jumlah itu dinilai sangat melimpah

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
STOK BERAS. Kepala Cabang Bulog Parepare, Rahmi Mangerang saat memantau stok beras di Gudang Bulog Lapadde Parepare, Selasa (28/4/2026). Stok Bulog Parepare saat ini memiliki cadangan beras Rp 150 ribu ton 

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Amran usai mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog Panaikang, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (5/4/2026) lalu.

Ia mengatakan, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi iklim ekstrem serupa pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga langkah antisipasi sudah dipersiapkan dengan matang.

“Gini. Itu (El Nino) Godzilla kan? Katanya kering 6 bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015," katanya kepada Tribun Timur.

Amran mengaku, dirinya sudah memiliki pengalaman mengelola El Nino bersama Kementerian Pertanian.

"2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino. Oke, kita kembali," ungkapnya.

Perkiraan El Nino sendiri, kata dia, akan berlangsung selama enam bulan lamanya.

"Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka 4,5 juta ton. InsyaAllah 10-20 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta ton,” ujarnya.

Selain stok pemerintah, Amran juga memaparkan ketersediaan beras di sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka) yang turut memperkuat cadangan pangan nasional.

"Itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita, yang standing crop adalah yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” kata dia.

Ia menjelaskan, jika seluruh potensi tersebut dihitung, maka stok beras nasional dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

“Nah, kemudian tambah ini 23, anggaplah 28. Kalau bagi ya 11 lah, 11 bulan. Artinya, 11 bulan ke depan ini aman stoknya. Untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Amran, pemerintah juga mengandalkan program pompanisasi irigasi yang diyakini mampu meningkatkan produksi secara signifikan selama periode kekeringan.

"Seluruh irigasi pompanisasi yang kami rancang itu produksinya minimal 2 juta ton per bulan. 2 juta ton kali 6 berarti 12 juta ton," kata dia.

"Artinya sampai 12 berarti bisa 4 bulan lebih. Berarti bisa sampai Maret panen puncak tahun depan aman. Berarti aman kan? Overlap. Bisa sampai April. Jadi aman,” tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved