Bau Busuk Sampah Ganggu Pengendara di Jalan Petta Unga Parepare
Sampah di belakang Pasar Lakessi Parepare meluber hingga ke badan jalan. Bau busuk menyengat dikeluhkan pengendara.
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Tumpukan sampah di belakang Pasar Lakessi, Jalan Petta Unga, Parepare, meluber ke badan jalan dan menimbulkan bau busuk, Kamis (8/1/2026).
- Pengendara mengeluh karena terganggu saat melintas. DLH Parepare menyebut perilaku warga yang membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama penumpukan sampah.
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Pengguna jalan mengeluhkan tumpukan sampah di belakang Pasar Lakessi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang tak kunjung diangkut.
Pantauan Tribun-Timur.com, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, bau busuk menyengat tercium dari tumpukan sampah di belakang Pasar Lakessi, tepatnya di Jalan Petta Unga, Kecamatan Soreang.
Tumpukan sampah tersebut bahkan telah meluber hingga ke badan jalan.
Akibat kondisi itu, sejumlah pengendara terlihat menutup hidung dan mulut saat melintas di kawasan tersebut.
Di lokasi, tiga kontainer sampah yang tersedia juga tampak sudah penuh, namun belum juga diangkut oleh dinas terkait.
Salah seorang pengendara, Mufli, mengatakan bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut sangat mengganggu, baik bagi pengendara maupun pengunjung pasar.
“Baunya menyengat sekali. Sampah sudah kelihatan di badan jalan,” katanya kepada Tribun-Timur.com.
Menurut Mufli, seharusnya dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare, tidak membiarkan sampah menumpuk terlalu lama.
Pasalnya, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat enggan masuk ke Pasar Lakessi melalui pintu belakang.
“Dampaknya pedagang di bagian belakang pasar bisa tidak laku. Bagaimana orang mau lewat kalau sampah tidak diurus,” ungkapnya.
Kepala Bidang Kebersihan DLH Parepare, Syahrizal, justru menyoroti perilaku warga sekitar yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Ia menyebut kebiasaan tersebut menjadi penyebab tumpukan sampah hingga meluber ke badan jalan.
“Tidak ada sebenarnya kendala. Bagaimana orang di situ membuang sampah, kontainernya kosong tapi tidak diisi,” ucapnya.
“Kalau kontainer sudah penuh, nanti kami suruh angkut lagi,” ujarnya.
Diketahui, pada tahun 2025 lalu, dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, hanya delapan daerah yang lolos ke tahap penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja (P2) Adipura Baru.
Delapan daerah tersebut yakni Kabupaten Pangkep, Barru, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Palopo, Luwu, dan Luwu Timur. (*)
| Pendemo Soroti Upah Murah dan Kondisi Ekonomi Sulsel Lesu |
|
|---|
| Polda Sulsel Kerahkan 200 Personel, Ajak Warga Bayar Pajak Pengesahan via SIGNAL |
|
|---|
| Aksi May Day Kondusif, Dokkes Polda Sulsel Pastikan Layanan Medis Siap |
|
|---|
| Unair Cetak Doktor Baru Bidang SDM untuk Penguatan Imigrasi |
|
|---|
| RT/RW 004 Camba Berua Patungan Beli 48 Ember Tempat Sampah untuk Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-8-JANUARI-TUMPUKAN-SAMPAH.jpg)