Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Beras Berkutu

Bikin Kecewa, Warga Parepare Temukan Beras SPHP Bulog Berkutu

Warga Parepare kecewa temukan beras SPHP Bulog berkutu. Bulog minta maaf, stok besar lolos pengawasan.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dokumen Warga/Erni
SPHP BERKUTU – Penampakan beras SPHP berkutu yang ditemukan warga Lapadde, Parepare, Senin (10/11/2025). Warga kecewa atas kualitas beras Bulog yang lolos dari pengawasan. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Parepare mengeluhkan kualitas beras SPHP Bulog setelah menemukan beras berkutu dan tidak layak konsumsi. Erni membeli beras 5 kg seharga Rp57 ribu di kios depan Gudang Bulog Lapadde. 
  • Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Muhammad Junaedy, mengakui stok besar membuat pengawasan tidak maksimal. Ia meminta maaf dan berjanji meningkatkan pengawasan kualitas beras SPHP.

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE – Warga di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kualitas beras SPHP dari Bulog.

Pasalnya, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditemukan berkutu dan tidak layak dikonsumsi.

Seorang warga, Erni, membeli beras SPHP 5 kilogram seharga Rp57 ribu di kios depan Gudang Bulog Lapadde.

Awalnya ia tidak mencurigai kualitas beras karena kemasan terlihat rapi.

“Pas saya tiba di rumah, kubuka, banyak kutunya,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Senin (10/11/2025).

Baca juga: Perumda Pasar Makassar Bagi Beras untuk Petugas Kebersihan di Tiga Pasar

Erni juga menilai tekstur beras tidak layak konsumsi dan menduga beras tersebut merupakan stok lama yang kembali dipasarkan.

“Beras lama mungkin karena teksturnya saja tidak bagus. Beras lama dibungkus rapi,” ujarnya.

Ia mengaku kecewa karena program SPHP sangat dibutuhkan masyarakat.

“Harusnya Bulog bisa jaga kualitas berasnya karena program ini sangat membantu masyarakat,” tegasnya.

Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Muhammad Junaedy, mengatakan pihaknya sudah berupaya melakukan pengawasan terhadap kualitas beras SPHP dari serangan hama.

Namun, stok beras di gudang cukup besar sehingga ada kemasan yang lolos dari pengawasan.

“Pengawasan mingguan, bulanan, memang stok yang kami kuasai cukup besar. Bila masih ada ditemukan yang berhama, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya. (*)

 


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved