Setahun Pimpin Sulsel
Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Dampak di Luwu Raya Dipertanyakan
Setahun Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi memimpin Sulsel. Namun BEM FH Unanda Palopo menilai dampak nyata pembangunan di Luwu Raya.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Setahun kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi di Sulsel mendapat sorotan dari BEM FH Unanda Palopo.
- Ketua BEM, Muhammad Afif Ikhlash, menilai dampak pembangunan di Luwu Raya belum signifikan dan masih didominasi kegiatan seremonial.
- Ia menyoroti sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta menyinggung kembali aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Setahun pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi memimpin Sulawesi Selatan.
Keduanya resmi dilantik pada 20 Februari 2025 dan menjalankan berbagai program di sejumlah sektor.
Memasuki tahun pertama kepemimpinan, tanggapan masyarakat mulai bermunculan.
Salah satunya datang dari Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma (FH Unanda) Palopo, Muhammad Afif Ikhlash.
Menurut Afif, masyarakat berharap ada kerja nyata yang dampaknya benar-benar terasa selama satu tahun kepemimpinan tersebut.
Namun ia menilai, aktivitas yang tampak di ruang publik masih didominasi kegiatan seremonial.
“Kalau kita lihat selama kurang lebih satu tahun kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi di Sulawesi Selatan, secara objektif masyarakat tentu berharap ada kerja nyata yang betul-betul terasa dampaknya. Tapi kalau jujur kita bicara, yang lebih banyak terlihat itu kegiatan yang sifatnya seremonial, seperti kunjungan kerja, peresmian, dan kegiatan formal lainnya. Sementara program yang benar-benar memberi perubahan besar di masyarakat, khususnya di daerah seperti Luwu Raya, masih sangat terbatas kita rasakan,” ujar Afif, Minggu (22/2/2026).
Ia menegaskan masyarakat membutuhkan bukti pembangunan, bukan sekadar agenda kunjungan atau seremoni.
Menurut Afif, jika ditanya apa yang benar-benar dirasakan masyarakat Luwu Raya selama setahun terakhir, masih banyak warga yang mempertanyakan hal tersebut.
Padahal, wilayah Luwu Raya memiliki potensi besar, baik dari sumber daya alam maupun potensi ekonomi kawasan.
“Perhatian pembangunan dari pemerintah provinsi masih terasa belum maksimal. Harapan masyarakat sederhana saja, jangan cuma datang berkunjung atau memberi janji, tapi hadirkan program yang benar-benar mempercepat pembangunan di daerah ini,” katanya.
Ia menyoroti tiga sektor yang dinilai masih membutuhkan langkah konkret, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Di sektor pendidikan, masih banyak sekolah membutuhkan perhatian dari sisi fasilitas dan pemerataan tenaga pendidik.
Pada sektor kesehatan, akses layanan di beberapa wilayah dinilai masih terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-22-feb-bem-fh-unanda.jpg)