Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Prespektif Syamril

Refleksi Tahun Baru Hijriyah: Ular dan Ulat

Di era sekarang juga tetap ada. Bahkan lebih besar dan massif lagi. Celah korupsi masuk dalam program strategis nasional seperti MBG.

Tayang:
Syamril
PRESPEKTIF - Syamril, Direktur Sekolah Islam Athirah 

Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua makhluk melata yang kemudian terjadi perubahan dalam fase hidupnya.

Ular setelah hibernasi selama waktu tertentu kulitnya ganti menjadi baru.

Ulat setelah waktu tertentu dalam kepompong berubah menjadi kupu-kupu.

Namun ada yang berbeda dari keduanya.

Ular setelah ganti kulit namanya tetap ular.

Cara geraknya tetap sama, Sifatnya juga tidak berubah.

Tetap berbisa, memangsa, berbahaya dan ditakuti manusia.

Berbeda dengan ulat. Setelah menjadi kupu-kupu, namanya berubah.

Bukan lagi ulat, tapi kupu-kupu. Cara geraknya juga berubah.

Semula merayap, berubah menjadi terbang dengan sayapnya yang cantik.

Sebelumnya dihindari manusia karena gatal, setelah jadi kupu-kupu menjadi disenangi.

Tidak lagi merusak dengan memakan daunan. Kupu-kupu membantu pohon melakukan penyerbukan.

Mari kaitkan dengan Indonesia. Perubahan selama ini sering terjadi khususnya di pemerintahan.

Dari Orde Lama ke Orde Baru. Lalu masuk Orde Reformasi.

Mari merenung sejenak. Apa perubahan itu ala ular? Apa hanya ganti rezim atau pejabat atau partai saja? Tanpa ada perubahan berarti di pola pikir dan perilaku?

Sepertinya demikian, perubahan ala ular. Jika pada masa Orde Baru terjadi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Di era sekarang juga tetap ada. Bahkan lebih besar dan massif lagi. Celah korupsi masuk dalam program strategis nasional seperti MBG.

Kepala BGN dan dua wakilnya sudah ditangkap. Sebentar lagi akan menyusul tersangka baru. Belum lagi pada program lain yang dicurigai juga ladang korupsi seperti Koperasi Desa Merah Putih.

Kolusi dan nepotisme juga demikian. Bahkan sekarang lebih subur dan besar.

Pada era Orde Baru, sebagian besar Menteri yang diangkat memang kompeten di bidangnya.

Ahli ekonomi, teknologi, lingkungan hidup, dan sebagainya.

Di era sekarang, pengangkatan sebagian besar Menteri dan Wakil Menteri bukan karena kompetensi dan karakter.

Mereka diangkat karena koneksi, loyalitas dan nepotisme hubungan kekerabatan.

Apa dampaknya? Korupsi tetap subur dan merajalela.

Dana APBN penggunaannya tidak efektif dan efisien.

Program yang dibuat kadang tidak menyentuh kebutuhan rakyat.

Program berjalan dengan dana yang di mark up atau dipotong untuk biaya tidak jelas.

Jadi ingat sabda Nabi "jika urusan diserahkan bukan pada ahlinya, tinggal menunggu kehancuran".

Pejabat negara juga sebagian besar tidak terlihat intelektualitas dan integritasnya.

Wawasan dan visi kenegarawanannya tidak tampak. Omongannya tidak berbobot. Tidak mencerahkan.

Malah kadang membuat polemik, kegaduhan dan kontroversi.

Bandingkan dengan tokoh tokoh bangsa di awal kemerdekaan. Omongan mereka mencerahkan dan menggerakkan.

Kita berharap memasuki Tahun Baru Hijriyah 1448 ada spirit perubahan ala ulat menjadi kupu-(kupu. Perubahan yang tidak hanya ganti rezim dan pejabat.

Tapi juga spirit pejuang, membela kepentingan rakyat, anti KKN.

Juga karakter dan kompetensi yang mumpuni. Jujur, amanah, cerdas, teguh di jalan kebenaran, berani melawan penyimpangan. 

Apa harapan itu masih ada? Mari tetap optimis. Masih banyak orang hebat di Indonesia yang siap berbakti dan memperbaiki bangsa ini.

Jika mereka diberi kesempatan, mereka siap mentransformasi Indonesia dari ulat menjadi kupu-kupu. 

Bagaimana caranya agar mereka diberi kesempatan? Butuh keberanian, terobosan, keajaiban dan do'a. Hanya Allah tempat berharap.

Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Disertai usaha yang sungguh-sungguh dan tak kenal menyerah. Selamat Tahun Baru 1448 Hijriyah.

Makassar, 1 Muharram 1448 H

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved