Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terbang 3.800 Kilometer Diskusi Keberlanjutan Media

Saya Rasni Gani, editor Tribun Timur mewakili Tribunnews Network sebagai satu dari tujuh newsroom terlibat dalam program investigasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rasni | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com
INTERNEWS JURNALIS- Suasana Penumpang Pesawat Scoot Aairbus 321neo dari Changi Airport ke Bangkok, Senin (18/5/2026) malam. Tribun Timur berangkat ke Bangkok atas undangan Internews mengikut kegiatan Bootcamp Media Sustainability bersama peserta dari enam negara 

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com Rasni Gani dari Bangkok, Thailand


TRIBUN-TIMUR.COM - Internews mengundang 32 jurnalis berkunjung ke Bangkok, Thailand, 20-22 Mei 2026.

Jurnalis lepas dan tergabung dalam media korporat masuk dalam list. 

Awak media datang dari enam negara: Indonesia, Sri Lanka, Malaysia,  Filipina, Laos, dan tuan rumah Thailand

Rangkaian terakhir program Indo-Pacific Media Resiliance (IPMR) ini bertajuk Regional Bootcamp on Media Sustainability. Pelatihan dan diskusi keberlanjutan media

Ada beberapa pembahasan inti sudah dijadwalkan panitia. Diantaranya bagaimana Artificial Intelligent (AI) dapat membantu newsroom meningkatkan revenue, kondisi keuangan media di berbagai daerah dan negara, memberikan  alternatif sumber dana baru untuk organisasi media, dan lain sebagainya. 

Saya Rasni Gani, editor Tribun Timur mewakili Tribunnews Network sebagai satu dari tujuh newsroom terlibat dalam program investigasi berjalan sejak April 2025. 

Peserta diwajibkan tiba dari negara masing-masing sehari sebelum kegiatan dimulai yakni 19 Mei 2026. 

Saya sendiri terbang dari Makassar pada 18 Mei 2026 mengingat tidak ada penerbangan pada 19 Mei. Jarak Makassar-Bangkok 3.800 tidak memiliki rute penerbangan langsung (direct flight)

Saya menumpangi pesawat Scoot TR 235 terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin tepat pukul 07.45 pagi. 

Pesawat kapasitas 112 penumpang itu sempat delay 20 menit karena antrean track jamaah haji dan hujan lebat. 

Tujuannya terminal 1 Changi Airport, Singapura. Perjalanan tiga jam membuat saya was was. Hujan cukup deras di langit Makassar hingga tiba di Singapura. Pantauan saya lewat forecaster ponsel, kekuatan hujan sempat mencapai 20-30 mm per jam. 

Delapan jam transit cukup buat saya eksplor empat terminal di salah satu bandara termewah di dunia ini. Mulai dari tidur di snooze area, makan mie instan di lounge, window shopping di pusat perbelanjaan, hingga menikmati air terjun Jewel yang iconic. 

Menjelang malam, saya terbang ke tujuan akhir, Bangkok. 2,5 jam mengudara dengan pesawat  Scoot TR 610 tipe Aibus neo bersama 230 an penumpang.

30 menit sebelum mendarat, captain pesawa mengumumkan cuaca di Bangkok 29 derajat meski sudah malam hari. Seperti biasa, Bangkok memang dikenal sebagai negara dengan suhu panas extreme rentang Maret-Juli setiap tahunnya. Bahkan ada peringatan panas extreme mencapai 45 derajat berpotensi terjadi hingga 25 Mei. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved