Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mantan Sekjen AJI, Tanggapi Riuh Elite Nasdem dan Laporan Utama TEMPO

Sayangnya kemewahan ala Tempo ini tak sebanding dengan bobot laporannya. Jika ada yang pertama kali bergembira jika merger ini terjadi, tentu saya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Youtube
ARFI BAMBANI - Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2014-2017) Arfi Bambani Amri. Arfi mengulas berita PT NasDem Indonesia Raya Tbk dari sisi prinsip konten jurnalistik. 

Sayangnya kemewahan ala Tempo ini tak sebanding dengan bobot laporannya.

Dari laporan pertama, saya mendapatkan kedalaman investigasi mengenai pengadaan dalam sebuah proyek raksasa pemerintah.

Angka dan fakta yang disajikan terasa begitu menyentak kesadaran saya bahwasanya ada sesuatu yang salah dalam proyek ini. Investigasinya berhasil. 

Sementara laporan yang dibuat Tempo, mengenai “merger Gerindra-NasDem”, saya seperti menepuk angin, kosong tanpa ada yang bisa saya pegang.

Tak ada kejelasan, apakah benar merger atau fusi seperti yang dituliskan dalam laporan berhalaman-halaman mereka.

Saya tak kaget jika kader-kader NasDem meradang setelah laporan ini diturunkan, menganggap laporan Tempo kali ini sampah atau hoaks. 

Jurnalisme Apa Ini?

Hal pertama yang saya lakukan ketika berkantor di hari Senin pekan ini adalah membaca majalah ini.

Saya sudah mendapat “iklan” laporan ini dari siniar Bocor Alus dan media sosial Tempo, bahwa ini bertema “merger Gerindra-NasDem”.

Sebuah laporan yang penting bagi saya, seorang yang berkartu anggota Partai NasDem, namun bekerja di lingkungan yang didominasi kader-kader Partai Gerindra.

Jika ada yang pertama kali bergembira jika merger ini benar-benar terjadi, tentu adalah saya.

Setelah menyiapkan secangkir kopi, saya mulai membaca satu demi satu laporan utama Tempo ini.

Sayangnya, seperti yang sudah saya sebut di atas, laporan Tempo kali ini seperti menepuk angin.

Tak terasa. Saya mencoba membacanya berulang-ulang.

Narasumber-narasumber anonim menjadi dasar untuk melantunkan nyanyian merger.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved