Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kenalkan Sumarji Bimoaji Putra Makassar Sandang Bintang 2 di TNI AL

Sumarji Bimoaji Jenderal Asal Makassar bertugas mengawal wilayah perairan perbatasan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
JENDERAL ASAL MAKASSAR - Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII Laksda Sumarji Bimoajio. Sumarji Jenderal Asal Makassar berkarier cemerlang 
Ringkasan Berita:
  • Sumarji Bimoaji Jenderal Asal Makassar bertugas mengawal wilayah perairan perbatasan di Tarakan, Kalimantan Utara
  • Ia lulusan terbaik AAL 1998
  • Dulu meraih penghargaan bintang Adhi Makayasa dari Presiden ketiga BJ Habibie

 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Sumarji Bimoaji putra Makassar punya karier moncer di TNI AL.

Ia orang pertama di angkatannya menembus pangkat bintang dua.

Sumarji Bimoaji bertugas mengawal wilayah perairan perbatasan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Jabatannya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII.

Tugas utamanya, mengendalikan dan membina seluruh satuan TNI AL di wilayah kerjanya, menjaga keamanan dan kedaulatan laut, operasi pertahanan pantai, mendukung pengamanan jalur pelayaran strategis.

Sumarji Bimoaji menggantikan Laksamana Muda TNI Phundi Rusbandi sejak Februari 2026.

Sumarji Bimoaji lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut 1998.

Saat itu ia mendapat bintang Adhi Makayasa dari Presiden Ketiga BJ Habibie.

Perjalanan dari Lulusan Terbaik

Laksda TNI Sumarji Bimoaji lahir pada 22 Oktober 1975.

Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1998.

Tak sekadar lulus, Sumarji mencatatkan prestasi sebagai lulusan terbaik.

Sejak awal karier, ia dikenal sebagai perwira laut yang matang dalam operasi tempur dan kepemimpinan di lapangan.

Pengalamannya ditempa langsung di laut.

Ia pernah dipercaya menjadi komandan di sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Mulai dari KRI Hiu-364, KRI Singa-651, KRI Keris-624, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, hingga KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

Deretan penugasan itu menunjukkan rekam jejaknya sebagai perwira operasional yang kuat.

Ia tak hanya memahami strategi, tetapi juga terbiasa memimpin langsung di medan tugas.

Menanjak di Jabatan Strategis

Karier Sumarji terus bergerak naik.

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmada II.

Posisi ini dikenal strategis karena berkaitan langsung dengan kekuatan tempur laut yang bergerak cepat.

Pada 2023, ia dipercaya menjadi Asisten Operasi (Asops) Pangkoarmada II.

Jabatan ini memperkuat perannya dalam merancang dan mengendalikan operasi militer di wilayah laut.

Selanjutnya, ia mengemban tugas sebagai Danguskamla Koarmada III.

Posisi ini berperan penting dalam pengamanan wilayah laut Indonesia bagian timur yang memiliki tantangan kompleks.

Sebelum menjabat sebagai Dankodaeral XIII, Sumarji juga sempat menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).

Dalam jabatan tersebut, ia berperan sebagai pemberi masukan strategis.

Ia turut mengkaji berbagai isu nasional hingga internasional yang berkaitan dengan pertahanan laut.

Peran ini menempatkannya sebagai bagian dari “otak strategis” di tubuh TNI AL.

Pimpin Kodaeral XIII

Pada 15 Desember 2025, Sumarji resmi dipercaya menjabat sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII.

Ia menggantikan Laksda TNI Phundi Rusbandi.

Kodaeral XIII bermarkas di Tarakan, Kalimantan Utara.

Wilayah ini memiliki nilai strategis tinggi karena berada di kawasan perbatasan dan jalur pelayaran internasional.

Sebagai Dankodaeral, Sumarji memegang kendali atas seluruh satuan TNI AL di wilayah tersebut.

Ia bertanggung jawab menjaga keamanan laut.

Mengawal pertahanan pantai.

Serta membina potensi maritim nasional.

Tugas ini menuntut kepemimpinan yang kuat dan respons cepat terhadap berbagai ancaman.

Bagian dari Rotasi Besar TNI

Kenaikan pangkat Sumarji juga tak lepas dari kebijakan rotasi dan mutasi besar di tubuh TNI.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya melakukan rotasi terhadap 187 perwira tinggi.

Kebijakan itu bertujuan memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme prajurit.

Rotasi ini juga menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI.

Dengan demikian, setiap jabatan strategis diisi oleh sosok yang dinilai siap menghadapi tantangan zaman.

Makna di Balik Bintang Dua

Pangkat bintang dua bukan sekadar simbol.

Ada tanggung jawab besar yang menyertainya.

Seorang perwira tinggi dituntut mampu berpikir strategis.

Cepat dalam mengambil keputusan.

Serta mampu memimpin dalam situasi kompleks.

TNI menegaskan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi prajurit.

Namun di sisi lain, juga menjadi tuntutan untuk terus meningkatkan kinerja.

Dengan pengalaman panjang di laut, jabatan strategis, serta rekam jejak kepemimpinan, Laksda TNI Sumarji Bimoaji kini berada di barisan elite perwira tinggi TNI AL.

Ia diharapkan mampu memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Sekaligus menjaga kedaulatan laut di tengah dinamika kawasan yang terus berkembang.

Riwayat Jabatan

Komandan KRI Hiu-364 (2013)

Komandan KRI Singa-651 (2014)

Komandan KRI Keris-624 (2015)

Pabandya Sopsal (2016)

Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 (2017)

Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 (2019)

Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332[4] (2020)

Paban Sesko TNI (2022)

Dansatkat Koarmada II

Dansatkor Koarmada II (2022)

Asops Pangkoarmada II (2023)

Danguskamla Koarmada III (2023)

Staf Khusus Kasal (2024)

Dankodaeral XIII/Tarakan (2025)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved