Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hadapi 'Godzilla' El Nino, Mentan Amran Sulaiman Jamin Stok Beras Cukup hingga Desember

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memprediksi 'Godzilla' El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
STOK BERAS - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di depan Pinisi Ballroom di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3/2026). Amran Sulaiman klaim stok beras aman hingga Desember 2026 meski hadapi kemarau panjang 
Ringkasan Berita:
  • Fenomena iklim 'Godzilla' El Nino bakal membuat cuaca di Indonesia dan sejumlah negara di dunia semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memprediksi 'Godzilla' El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indonesia berpotensi kembali hadapi El Nino.

Fenomena iklim 'Godzilla' El Nino bakal membuat cuaca di Indonesia dan sejumlah negara di dunia semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memprediksi 'Godzilla' El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.

Kondisi ini mengkhawatirkan petani dan masyarakat. 

Pasalnya beras masih menjadi pangan utama masyarakat.

Kemarau panjang dinilai akan berdampak ke produksi pertanian.

Baca juga: Dampak Elnino, Penghasilan Petani di Gowa Menurun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah siap menghadapi fenomena tersebut.

Apalagi stok beras di Indonesia diklaim masih mencukupi hingga Desember 2026.

"stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan kedepan jadi sedangkan kekeringan hanya 6 bulan jadi Insyaallah aman," kata Andi Amran Sulaiman sembari berjalan meninggalkan Pinisi Ballroom di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3/2026).

Amran Sulaiman mengaku sudah bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas persoalan tersebut.

Disebutnya meski ada kemarau panjang, beberapa lahan sawah tetap bisa produksi.

Dirinya berkaca pada kekeringan pada 2023 dan 2024.

Meski dilanda kekeringan, produksi tetap terjaga 2 juta ton per bulan.

Sehingga dengan stok yang ada saat ini saja sudah bisa memenuhi kebutuhan hingga Desember.

Apabila saat kekeringan produksi bisa dijaga maka stok bisa dipenuhi hingga 2027.

"Belum dihitung yang ditanam pada bulan April, Mei, Juni, Juli sampai dengan Desember. Jadi aman saja. Stok kita per hari ini 4,2 juta ton bulan depan 5,2 juta ton tidak pernah terjadi stok seperti itu," jelasnya.

Stok beras di Sulsel memang masih melimpah. Bahkan cukup hingga konsumsi di tahun 2027.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi menyebut masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok beras di Sulsel.

"Stok beras kami per hari ini 533 ribu ton, cukup sampai lebaran tahun depan," kata Fahrurozi yang mengenakan rompi cokelat dan topi saat ditemui Tribun-Timur.com di depan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (20/2/2026).

Stok beras saat ini merupakan terbesar dalam sejarah.

Sehingga secara harga pun disebutnya beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) harusnya tetap terjaga.

"Boleh dikatakan 50 bulan kami aman. Stok kami terbesar dalam sejarah. Beras di Sulsel aman," ujar Fahrurozi.

Stok beras ini dinilai cukup aman bagi masyarakat sehingga tidak perlu ada kepanikan.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved