Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua DPRD Gowa Diganti

Fahmi Adam Pecahkan Rekor Jadi Ketua DPRD Termuda di Sulsel

politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fahmi Adam akan menjadi ketua DPRD termuda di Sulawesi Selatan.

|
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
KETUA TERMUDA-Ketua DPRD termuda di Sulawesi Selatan (dari kiri ke kanan) Fahmi Adam (25), Muhammad Gemilang Pagessa (29), Andi Muhammad Farid (28), Andi Tenri Walinonong (32), dan Umy Asyiatun Khadijah (33). Fahmi Adam akan menjadi ketua DPRD termuda di Sulawesi Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Fahmi Adam akan menjadi ketua DPRD termuda di Sulawesi Selatan. 
  • Ada enam ketua DPRD se-Sulsel yang masuk kategori milenial 

 

TRIBUN-TIMUR.COM- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan pergantian Ketua DPRD Gowa.

Ketua DPRD Gowa Ramli Sidik bakal digantikan Fahmi Adam.

Ketua DPC PPP Gowa, Nursyam Amin, menegaskan pergantian Ketua DPRD Gowa dari PPP telah melalui kesepakatan bersama sebelum pelantikan anggota DPRD Gowa periode 2024–2029.

Kesepakatan dibuat oleh tiga legislator PPP yakni Ramli Siddik, Fahmi Adam, dan Asril Makkaraus di hadapan notaris. 

Saat itu, dirinya sebagai Ketua DPC PPP Gowa dan Amir Uskara hadir sebagai saksi.

“Mereka bertiga buat kesepakatan depan notaris. Saya sebagai Ketua DPC PPP dan Pak Amir Uskara jadi saksi,” ujar Nursyam, Selasa (24/2/2026)

Fahmi Adam baru berumur 25 tahun.

Baca juga: Giliran Fahmi Adam, PPP Ganti Ramli Siddik Jabat Ketua DPRD Gowa

Ia lahir di Sungguminasa, Gowa, 21 April 2000.

Dua bulan kedepan, ia berumur 26 tahun. 

Sehingga, dia akan menjadi ketua DPRD termuda di Sulawesi Selatan. 

Fahmi lebih muda ketimbang Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid

Putra mantan Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak ini lahir di Soppeng, 19 Mei 1998. 

Andi Muhammad Farid merupakan salah satu politisi muda Partai Golkar yang kini dipercaya memimpin DPRD Kabupaten Soppeng. Ia mewakili Daerah Pemilihan I Kecamatan Lalabata dan dikenal sebagai figur yang karismatik, ramah, serta dekat dengan masyarakat.

Lahir di Soppeng pada 19 Mei 1998, Farid adalah putra dari H. A. Kaswadi Razak, S.E. dan Hj. Nurjannah.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 3 Lemba, kemudian melanjutkan ke SMP Nusantara dan Bosowa School Makassar.

Ia selanjutnya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin hingga meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) di bidang Sosiologi.

Selain aktif dalam dunia akademik, Farid juga terlibat dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Ia pernah berkiprah di BPC HIPMI Soppeng, DPD II AMPI Soppeng, IOF Pengcab Soppeng, serta memimpin AMPG Soppeng.

Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal penting dalam membangun jejaring dan kepemimpinan sebelum terjun ke dunia politik praktis.

Pada Pemilu 2024, kader Partai Golkar ini mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Dapil I Lalabata.

Berkat dukungan keluarga dan masyarakat, ia terpilih dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Soppeng periode 2024–2029.

Bagi Farid, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga, khususnya generasi muda, sebagai bagian penting dari arah pembangunan Soppeng ke depan.

Sementara itu, Muhammad Gemilang Pagessa kelahiran 1997. 

Muhammad Gemilang Pagessa mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros termuda sepanjang masa.

Ia dilantik memimpin lembaga legislatif di usia 27 tahun, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang sang ayah, Chaidir Syam, yang menjabat Ketua DPRD saat berusia 37 tahun.

Pria yang akrab disapa Gio ini mengaku posisi Ketua DPRD bukanlah cita-citanya sejak awal. Sejak kecil, ia justru bercita-cita menjadi aparatur sipil negara dan berkarier di jalur birokrasi.

Ia bahkan empat kali mencoba lolos seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sejak 2015 hingga 2019, namun belum berhasil.

Upaya masuk perguruan tinggi negeri seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Hasanuddin melalui jalur seleksi bersama juga sempat dilakoninya, meski belum membuahkan hasil.

Tak menyerah, Gio melanjutkan pendidikan S1 di Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.

Ia kemudian meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan dan menyelesaikan pendidikan doktor Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin pada 12 Februari 2026.

 Ia juga sempat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil pada 2021–2022, namun kembali belum lolos.

Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Gio pernah mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Sosial.

Karier politiknya dimulai setelah bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) Maros.

Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPRD Maros dengan perolehan suara terbanyak, yakni 7.965 suara, yang kemudian mengantarkannya ke kursi ketua.

Sementara itu, Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu berumur 32 tahun. 

Pria kelahiran Bangkan, 14 Juni 1993 ini berasal dari Partai NasDem. 

Andi Tenri Walinonong, ketua DPRD Bone, masuk dalam jajaran ketua DPRD termuda. 

Usianya baru 32 tahun saat ini. 

Perempuan kelahiran Bone, 28 Desember 1993 ini berasal dari Partai Gerindra.

Andi Tenri Walinonong mencatatkan tonggak sejarah baru dalam politik Kabupaten Bone.

Ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Bone, meski tergolong sebagai pendatang baru di panggung legislatif daerah.

Lahir di Bone pada 28 Desember 1993, Andi Tenri meraih kursi DPRD Bone setelah mengantongi 7.828 suara, perolehan tertinggi di internal Partai Gerindra.

Capaian tersebut menjadi modal politik kuat hingga partainya menunjuknya sebagai pimpinan lembaga legislatif.

Ia merupakan putri dari tokoh masyarakat Kecamatan Ulaweng, H Andi Maddusila Takka yang dikenal luas dengan sapaan Petta Haji Aras, serta Hj Andi Hermi Sanawawi. Masa kecilnya dihabiskan di Salo Ningo, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng.

Riwayat pendidikannya dimulai dari TK Tomporeng Kesso, SD Inpres 5/81 Timusu, SMP Negeri 1 Ulaweng, SMA Negeri 1 Ulaweng, hingga menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Penunjukan Andi Tenri sebagai Ketua DPRD Bone dinilai bukan tanpa pertimbangan.

Ia dianggap sebagai figur yang mampu menjembatani komunikasi antara legislatif dan eksekutif, sekaligus membawa perspektif baru dalam kepemimpinan parlemen daerah. Kapasitas dan latar belakang pendidikannya menjadi salah satu alasan kepercayaan tersebut.

Direktris CV Putri Timusu itu menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia siap membuktikan kemampuannya memimpin DPRD Bone serta menjawab keraguan sejumlah pihak.

“Insya Allah, komitmen saya mengabdi untuk masyarakat dan siap mewakafkan diri demi kepentingan orang banyak,” ujarnya.

Terakhir, Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah. 

Politisi Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah mencatatkan namanya dalam sejarah di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba.

Legislator milenial itu ditunjuk oleh DPP PKS menjadi ketua DPRD Bulukumba. 

Dengan ini, Umy mencetak sejarah di DPRD Bulukumba sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan ketua DPRD Bulukumba.

Umy Asyiatun Khadijah atau akrab disapa Umy merupakan politisi Perempuan milenial yang telah berkecimpung di dunia politik sejak tahun 2017.

Perempuan kelahiran 14 November 1992 itu sebelumnya juga tercatat sebagai politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di tahun 2016-2019.

Saat ini usianya baru 33 tahun.

Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu sukses mengamankan satu kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Daerah Pemilihan Bulukumba 3 yang meliputi Kecamatan Bulukumpa dan Rilau Ale.

Perempuan bergelar Sarjana Ekonomi (SE) tersebut meraih 1.679 suara dan menjadi peraih kursi kedua bagi PKS di dapil tersebut.

Capaian itu menegaskan posisinya sebagai salah satu figur muda yang mendapat kepercayaan masyarakat.

Selain aktif di politik, Umy Asyiatun Khadijah juga dikenal memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang.

Ia pernah terlibat dalam Perhimpunan Pemuda Remaja Masjid (Prima) serta menjadi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI). Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan kedekatannya dengan kegiatan sosial-keagamaan.

Tak hanya itu, Umy yang juga menekuni dunia fotografi ini memiliki usaha di bidang fashion yang terbilang berkembang.

Meski memiliki peluang berkarier lebih luas, ia memilih kembali dan berkomitmen mengabdi di Kabupaten Bulukumba demi memperjuangkan aspirasi masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved