Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

FISIP Unhas

2 Profesor doktor 3 Master Dampingi Mahasiswa Unhas Field Trip Governansi Maritim di Barrang Lompo

Field trip kelas Governansi Maritim diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola publik yang inklusif

|
Editor: AS Kambie
Dok.Tribun
GOVERNANSI MARITIM - Ketua Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas Prof dr Alwi bersama dosen pengampu dan mahasiswa di sela Field Trip mata kuliah Governansi Maritim di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Minggu, 19 Oktober 2025. Field trip diikuti  mahasiswa kelas Governansi Maritim bersama dosen pengampu: Dr Ishak Salim MA, Andi Ahmad Yani MSi MPA MSc, Nuralamsyah Ismail SAP MA, dan asisten peneliti POLiGOV Unhas Regina Sapta Samudra. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas Prof dr Alwi bersama dosen pengampu dan mahasiswa bermalam di Pulau Barrang Lompo, Makassar.

Pakar administrasi negara bersama satu doktor administrasi negara dan 3 magister mendampingi mahasiswa sela Field Trip mata kuliah Governansi Maritim Departemen Ilmu Administrasi dan Policy & Governance (POLiGOV) Laboratory, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, ( FISIP Unhas ) di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sabtu-Minggu, 18-19 Oktober 2025. 

Dosen pengampu yang mendampingi mahasiswa Field trip kelas Governansi Maritim bersama dosen pengampu: Dr Ishak Salim MA, Andi Ahmad Yani MSi MPA MSc, Nuralamsyah Ismail SAP MA, dan asisten peneliti POLiGOV Unhas Regina Sapta Samudra.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan untuk memahami dinamika tata kelola publik di wilayah kepulauan, khususnya dalam konteks masyarakat pesisir," kata Andi Ahmad Yani via WhatsApp, Minggu pagi, 19 Oktober 2025.

Field trip kelas Governansi Maritim di Pulau Barrang Lompo itu kerja sama dengan Organisasi Komunitas Konservasi Penyu di Kelurahan Barrang Caddi, yang selama ini aktif dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) yang menghadirkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya pihak Kelurahan Barrang Caddi, ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta tokoh perempuan.

Diskusi dilanjutkan wawancara mendalam pada isu-isu sektoral yang telah diidentifikasi, guna memahami tantangan dan peluang inovasi dalam tata kelola publik, pemberdayaan masyarakat, serta potensi kolaborasi antara warga, pemerintah setempat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya,  Akram, perwakilan Pemerintah Kelurahan Barrang Caddi, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas dan POLiGOV Unhas.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kerja sama yang dibangun bersama masyarakat Barrang Caddi. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan untuk pembangunan masyarakat pulau,” kata Akram.

Rafli, Koordinator Organisasi Konservasi Penyu Barrang Caddi, mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini dapat memperkuat peran organisasi masyarakat sipil dalam tata kelola publik.

“Kehadiran mahasiswa dan dosen Unhas memberi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Rafl.

Prof Dr Alwi, mewakili Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Ini adalah upaya menghubungkan teori dan praktik. Mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, memahami realitas sosial dan tata kelola publik di lapangan. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengontekstualisasikannya secara nyata,” jelas Prof Dr Alwi.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan dan masyarakat Pulau Barrang Caddi atas dukungan dan fasilitas yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Field trip kelas Governansi Maritim di Pulau Barrang Lompo diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat lokal dalam mewujudkan tata kelola publik yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah maritim.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved