Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi Cium Tangan Abu Bakar Ba'asyir, Mantan Napiter Bom Bali

Abu Bakar Ba’asyir merupakan eks narapidana kasus terorisme yang menjalani hukuman selama 15 tahun atas tuduhan mendanai pelatihan militer di Aceh

Editor: Muh Hasim Arfah
tribun solo
JOKOWI CIUM TANGAN-Presiden ke-7 RI, Joko Widodo mencium tangan Abu Bakar Ba’asyir, pendiri Pondok Pesantren Al-Mu’min Ngruki di kediaman Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). Abu Bakar Ba’asyir merupakan eks narapidana kasus terorisme yang menjalani hukuman selama 15 tahun atas tuduhan mendanai pelatihan militer di Aceh dan mendirikan jaringan Al-Qaeda di NAD. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SOLO- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo mendapatkan kejutan di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2025) siang.   

Abu Bakar Baasyir, pendiri Pondok Pesantren Al-Mu’min Ngruki, datang seorang diri, mengenakan gamis putih dan kopiah rajut senada.

Usianya telah menginjak 87 tahun, namun langkahnya tetap mantap saat berjalan kaki sekitar 70 meter dari tempat parkir menuju rumah Jokowi.

Kedatangan Ba’asyir sempat tertunda.

Ia tiba lebih awal sekitar pukul 11.00 WIB, namun Jokowi belum berada di rumah. 

Setelah menunggu sejenak, Ba’asyir kembali datang pukul 12.35 WIB, kali ini disambut langsung oleh Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang dan peci hitam. 

Jokowi berdiri di depan rumah, menjawab salam dengan hangat, bahkan sempat mencium tangan Ba’asyir sebelum menuntunnya masuk ke dalam.

"Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh, ngaturaken sugeng, ngaturaken sugeng. Mangga, mangga (selamat datang, selamat datang, silakan)," ucap Jokowi menyambut kedatangan Ba'asyir.

Abu Bakar Ba’asyir merupakan eks narapidana kasus terorisme yang menjalani hukuman selama 15 tahun atas tuduhan mendanai pelatihan militer di Aceh dan mendirikan jaringan Al-Qaeda di NAD.

Baca juga: Mengapa Gibran Disebut Sulit Dampingi Prabowo di Pilpres 2029 saat Jokowi Serukan 2 Periode?

Ia juga sempat dihukum dua tahun enam bulan karena keterlibatannya dalam Bom Bali 2002.

Pertemuan berlangsung singkat, sekitar 15 menit.

Namun, isi pembicaraan cukup padat. Ba’asyir menyampaikan nasihat kepada Jokowi, mengajak Presiden ke-7 RI itu untuk memperjuangkan penerapan hukum Islam di Indonesia. 

“Saya hanya menasihati. Orang Islam itu wajib menasihati, baik rakyat, pemimpin, maupun orang kafir,” ujar Ba’asyir usai pertemuan. “Nasihatnya supaya kembali mengamalkan hukum Islam dengan baik. Saya sedang berjuang agar negara ini diatur dengan hukum Islam.”

Ia juga menyebut Jokowi sebagai sosok yang kuat, dan berharap kekuatan itu digunakan untuk menjadi pembela Islam. “Pak Jokowi orang yang kuat. Mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat,” katanya.

Selain kepada Jokowi, Ba’asyir juga mengaku telah menyampaikan nasihat serupa kepada Presiden Prabowo Subianto melalui surat. Menurutnya, memberi nasihat adalah kewajiban seorang ulama, tanpa memandang siapa yang menerima.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved