Mengenal Iptu Andi Rampewali Kapolsek Termuda Sulteng, Pencetus 'Seribu Per Hari'
Andi Rampewali berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam dunia kepolisian.
TRIBUN-TIMUR.COM - Mengenal Iptu Andi Rampewali Kapolsek termuda di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Iptu Andi Rampewali kini berusia 27 tahun.
Andi Rampewali berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam dunia kepolisian.
Wanita kelahiran 8 Desember 1998 itu kini dipercaya memimpin Polsek Mantikulore.
Luas wilayah Kecamatan Mantikulore sekitar 206,8 kilometer persegi.
Luas ini merupakan yang terluas di Kota Palu. Mencakup lebih dari 50 persen dari total luas Kota Palu.
Jumlah Penduduk: Data terbaru yang tersedia bervariasi.
Berdasarkan profil kecamatan tahun 2022, jumlah penduduknya adalah 135.127 jiwa.
Namun, ada juga data lain dari tahun 2012 yang menyebutkan jumlah penduduk sekitar 57.044 jiwa.
Keputusan Andi Rampewali jadi Kapolsek bukan hanya sebuah langkah karier biasa, melainkan simbol dari regenerasi dan kepercayaan institusi Polri kepada kader-kader mudanya.
Melalui Keputusan Kapolda Sulteng Nomor KEP/343/VII/2025 tertanggal 22 Juli 2025, Andi Rampewalii resmi diangkat sebagai Kapolsek.
Ia menggantikan Iptu Siti Elminawati yang dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Sigi.
Tak hanya sebagai Kapolsek termuda di Sulteng, Andi Rampewali juga dikenal sebagai perwira yang penuh inisiatif, membumi, serta membawa semangat baru lewat program sosial “Seribu Per Hari”.
Perjalanan Karier, dari Taruna hingga Kapolsek Termuda
Andi Rampewali merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020.
Ia masuk dalam angkatan ke-51 yang dikenal dengan nama Adnyana Yudaga.
Adnyana Yudaga nama batalyon atau angkatan ke-51 dari taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2020.
Sejak awal bertugas, Andi menunjukkan dedikasi tinggi di bidang reserse.
Reserse adalah salah satu fungsi kepolisian bertugas penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana atau kejahatan.
Fungsi ini dikenal juga sebagai Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
Sebelum menjabat Kapolsek, Andi sempat bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Palu Selatan.
Di satuan reserse itulah ia menempa banyak pengalaman menangani kasus-kasus kriminal.
Ia juga belajar memahami dinamika masyarakat, serta membangun jaringan dengan berbagai pihak di lapangan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting baginya ketika dipercaya memimpin Polsek Mantikulore.
Dengan usia muda, ia mampu mematahkan stigma bahwa jabatan strategis hanya bisa diemban perwira senior.
Program “Seribu Per Hari”, Dari Uang Receh Menjadi Berkah
Salah satu terobosan yang dilakukan Andi Rampewali sejak menjabat Kapolsek adalah meluncurkan program “Seribu Per Hari”.
Program ini sederhana, tetapi sarat makna.
Setiap personel Polsek Mantikulore diajak untuk menyisihkan uang receh minimal Rp1.000 setiap harinya.
Kotak amal diletakkan di depan pintu masuk kantor.
Kotak itu tidak digunakan untuk kepentingan internal, melainkan sepenuhnya ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.
“Seribu rupiah untuk Polsek Mantikulore, kalau lebih boleh, nanti diisi dalam kotaknya,” begitu ajakan Andi kepada seluruh anggotanya.
Uang yang terkumpul kemudian disalurkan melalui program Jumat Berkah, berupa pembagian makanan gratis kepada warga yang membutuhkan.
Dari tukang becak, pedagang kecil, hingga masyarakat yang kebetulan melintas, semua bisa merasakan manfaat dari uang receh yang dikumpulkan setiap hari.
Program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat kecil, tetapi juga menumbuhkan solidaritas dan rasa empati di antara personel kepolisian.
Latar Belakang Keluarga, Darah Bhayangkara Mengalir
Andi Rampewali lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia kepolisian.
Ayahnya saat ini masih aktif berdinas di Polri dengan pangkat Ajun Inspektur Polisi Tingkat Dua (Aiptu).
Secara hierarki, pangkat Aiptu berada di jajaran Bintara Tinggi.
Pangkat ini berada satu tingkat di bawah Ipda (Inspektur Dua), merupakan pangkat pertama dalam jajaran Perwira Pertama.
Pangkat Aiptu diberikan kepada bintara senior yang telah menunjukkan kinerja dan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugasnya.
Sejak kecil, Andi terbiasa melihat sosok ayahnya yang disiplin, sederhana, dan penuh dedikasi terhadap tugas.
Lingkungan keluarga inilah yang membentuk kepribadian Andi hingga akhirnya ia mantap memilih jalan hidup sebagai seorang polisi.
Meski lahir dari keluarga polisi, Andi menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini bukanlah hasil “warisan jabatan”, melainkan perjuangan panjang sejak menjadi taruna di Akpol hingga menjalani tugas lapangan yang penuh tantangan.
Pecinta Otomotif dan Sosok Inspiratif
Di balik seragam dinas dan jabatan formalnya, Andi Rampewali ternyata memiliki hobi yang cukup unik: otomotif.
Ia dikenal gemar mengikuti perkembangan dunia motor dan mobil, serta kerap memanfaatkan waktu luangnya untuk berkegiatan seputar otomotif bersama komunitas.
Hobi ini bukan sekadar gaya hidup, melainkan juga sarana membangun jejaring sosial dengan anak muda di Palu.
Dari dunia otomotif, Andi belajar arti solidaritas, kebersamaan, dan pentingnya menyalurkan energi ke hal-hal positif.
Tidak sedikit anak muda yang kemudian menjadikan Andi sebagai role model.
Bahwa seorang perempuan bisa sukses di dunia kepolisian, tetap aktif dalam kegiatan sosial, sekaligus punya hobi yang membumi.
Tugas Berat di Mantikulore
Sebagai Kapolsek, Andi Rampewali menghadapi tantangan besar.
Mantikulore merupakan wilayah dengan kompleksitas sosial tinggi, termasuk masalah kriminalitas jalanan, penyalahgunaan narkoba, hingga konflik antarwarga.
Andi menyadari, tugas kepolisian di era modern bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Program seperti “Seribu Per Hari” adalah salah satu jembatan untuk menunjukkan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat dan pelayan rakyat.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan polisi. Bukan takut, tapi percaya dan terbantu,” ungkap Andi dalam salah satu kesempatan.
Jejak Langkah Perempuan Muda di Institusi Polri
Keberhasilan Andi Rampewali menjadi Kapolsek termuda di Sulawesi Tengah memberikan harapan baru tentang peran perempuan di tubuh kepolisian.
Jika dulu jabatan strategis didominasi oleh pria, kini semakin banyak polisi wanita (Polwan) yang menempati posisi penting, membuktikan kualitas dan kapasitas mereka.
Andi adalah representasi generasi baru Polwan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa sosial.
Dengan semangat muda, ia mampu menghadirkan inovasi yang sederhana namun menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Profil Iptu Andi Rampewali adalah kisah tentang anak muda yang berani bermimpi besar, bekerja keras, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di usia 27 tahun, ia sudah mengemban amanah besar sebagai Kapolsek, dan lebih dari itu, ia mampu menularkan semangat berbagi melalui program sederhana yang menggerakkan banyak hati.
Dari ruang kantor Polsek hingga jalanan Mantikulore, kiprah Andi Rampewali membuktikan bahwa polisi muda bisa menjadi motor perubahan.
Dengan ketegasan, kepedulian, dan keberanian, ia layak dijadikan contoh bagi generasi penerus Polri maupun anak muda Indonesia.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Sosok Iptu Andi Rampewali, Kapolsek Termuda di Sulteng, Gaungkan Program Seribu Per Hari
Iptu Andi Rampewali
Profil Iptu Andi Rampewali
Sosok Iptu Andi Rampewali
Kapolsek Termuda
Polsek Mantikulore
Meaningful
| Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSM Makassar: Gledson Paixao Absen, Dusan - Syahrul Comeback |
|
|---|
| Lowongan Kerja BUMN 2026 - PT Angkasa Pura Supports Cari Karyawan Baru Tamatan SMA SMK Sederajat |
|
|---|
| Dari Halaman Rumah, Cara Nur Haedah Menyulap Sampah Jadi Cuan |
|
|---|
| Prediksi Bali United vs PSM Makassar: Misi Pasukan Ramang Runtuhkan Keangkeran I Wayan Dipta! |
|
|---|
| Stadion Estadio Azteca Venue Pembuka Piala Dunia, Saksi Kejayaan Pele dan Gol Tangan Tuhan Maradona |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KAPOLSEK-TERMUDA-Kapolsek-Mantikulore-Iptu-Andi-Rampewali.jpg)