3,8 Juta Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin dalam 5 Bulan, Naik dari 2025
Taufan Yudhistira mengatakan peningkatan pergerakan penumpang juga dipengaruhi pada potongan tarif pada periode Idulfitri lalu
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Taufan Yudhistira mengatakan peningkatan pergerakan penumpang juga dipengaruhi pada potongan tarif pada periode Idulfitri lalu
- Potongan tarif ini turut mempengaruhi harga tiket pesawat
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada periode Januari-Mei 2026 menunjukkan tren yang positif.
Dari data pengelola, tercatat jumlah penumpang dalam lima bulan terakhir mencapai 3.874.409 penumpang.
Jumlah tersebut melonjak 4,94 persen jika dibandingkan pada periode sebelumnya.
Pada periode 2025, jumlah penumpang hanya di kisaran 3.692.155 penumpang.
PGS. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira mengatakan peningkatan pergerakan penumpang juga dipengaruhi pada potongan tarif pada periode Idulfitri lalu.
Potongan tarif pada Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) ini turut mempengaruhi harga tiket pesawat.
Hal ini mendorong geliat masyarakat untuk tetap bepergian menggunakan moda transportasi udara.
"Saat periode Hari Raya Idulfitri lalu dimana terdapat potongan tarif PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen," sebutnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Rabu (17/6/2026).
Taufan menyebut rute terfavorit penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yakni Jakarta, Surabaya dan Kendari.
Ia pun memprediksi jumlah penumpang masih akan terus bertambah hingga akhir tahun mendatang.
"Kami memprediksi ada peningkatan penumpang lebih kurang 1 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu jumlah penumpang sepanjang tahun mengapai 9.100.000," sebutnya.
Peningkatan jumlah penumpang turut mempengaruhi pergerakan pesawat.
Tercatat pergerakan pesawat mengalami peningkatan hingga 8,23 persen pada periode Januari hingga Mei 2026.
Ia mengatakan pada periode ini, jumlah pergerakan pesawat menyentuh angka 31.138.
"Sementara itu, untuk periode 2025 yakni 28.770," sebutnya.
Namun, meski jumlah pergerakan penumpang dan pesawat melonjak, jumlah kargo justru mengalami penurunan 6,14 persen.
Pada tahun sebelumnya jumlah kargo mencapai 46.081 ton.
Namun tahun ini, jumlah kargo hanya 43.253 ton.
Salah satu penumpang, Indra mengatakan harga tiket menuju Jakarta yang dibelinya saat ini diangka Rp2 juta.
Harga tersebut melonjak sekitar Rp300 ribu dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
Meski harga tiket pesawat naik, namun ia menggunakan moda transportasi udara ini.
Sebab waktu perjalanan yang relatif singkat jika dibandingkan menggunakan transportasi lainnya.
"Kalau mau naik kapal itu waktu tersita lebih lama, jadi walau naik, pasti mau tidak mau tetap naik pesawat," sebutnya.
Meski demikian, ia tetap berharap agar pemerintah tak menaikkan tiket pesawat terlalu tinggi.
Apalagi di tengah kondisi perekonomian yang sedang tidak menentu.
"Kalau bisa stabil jangan naik tinggi sekali, apalagi bagi kami yang mobilitasnya tinggi dan harus menumpang pesawat untuk bekerja," ujarnya.
| Badik hingga Keris Dikaji, Maros Siapkan Ikon Budaya Daerah |
|
|---|
| Dua Hari Tiga Malam Antre Solar, 16 Ton di SPBU Kasuarrang Maros Tak Mampu Tutupi Kebutuhan |
|
|---|
| 2 Jam Jamaah Haji Bone Ganti Pakaian Bling-Bling di Maros Sebelum Tiba di Kampung Halaman |
|
|---|
| Patah Kaki Akibat Terjatuh, Seorang Pendaki Dievakuasi Tim SAR |
|
|---|
| Patah Kaki di Jalur Pendakian, Warga Gowa Dievakuasi dari Gunung Bulu Saukang Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260617-Pesawat-Lion-Air-menurunkan-penumpang-di-Apron-Bandara.jpg)