Seminar Ketahanan Pangan Bapera Maros, BUMN Didorong Jadi Penggerak Ekosistem Pangan
BUMN diharapkan agar lebih proaktif dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
Ringkasan Berita:
- Nurdin Halid menegaskan pentingnya BUMN penggerak utama ekosistem pangan nasional
- Mulai dari pembinaan petani, hilirisasi, hingga membuka akses pasar bagi komoditas lokal
- Komisi VI DPR RI akan terus mendorong BUMN, khususnya sektor pangan, agar lebih proaktif dalam mendukung kemandirian pangan nasional
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menegaskan pentingnya kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai penggerak utama ekosistem pangan nasional, mulai dari pembinaan petani, hilirisasi, hingga membuka akses pasar bagi komoditas lokal.
Hal itu disampaikan Nurdin Halid saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Ketahanan Pangan Nasional yang digelar DPD Bapera Maros bekerja sama dengan PTPN I Regional 8 di Kantor Bupati Maros, Jumat (22/5/2026).
Dalam pemaparannya yang disampaikan secara virtual, Nurdin Halid mengatakan Komisi VI DPR RI akan terus mendorong BUMN, khususnya sektor pangan, agar lebih proaktif dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
“Komisi VI akan terus mendorong BUMN, utamanya BUMN pangan, untuk proaktif dalam upaya menyukseskan kemandirian pangan,” kata Nurdin Halid secara virtual dari Mekkah.
Menurut Nurdin, peran BUMN tidak boleh hanya berhenti pada aspek produksi komoditas semata. Lebih dari itu, BUMN harus menjadi penggerak ekosistem yang mampu memperkuat rantai pasok pangan nasional secara menyeluruh.
“BUMN harus hadir sebagai penggerak ekosistem, membina petani, memperkuat hilirisasi, menjaga stabilitas pasok, membuka kemitraan yang adil, serta memastikan komoditas lokal memiliki nilai tambah yang lebih besar,” katanya.
Ia menegaskan, BUMN memiliki mandat konstitusional untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan sektor pangan nasional yang berkelanjutan.
“Saya ingin menegaskan bahwa peran BUMN dalam ketahanan pangan tidak boleh berhenti pada produksi komoditas. BUMN harus menjadi jangkar kemitraan,” tegasnya.
Menurut Nurdin Halid, keberadaan BUMN harus mampu menjadi penghubung antara petani kecil dengan pasar yang lebih luas dan modern.
“BUMN harus menjadi penghubung antara petani kecil dengan pasar besar. BUMN harus membantu masyarakat naik kelas, dari produsen bahan mentah menjadi bagian dari rantai nilai pangan yang modern, efisien, dan berdaya saing,” ujarnya.
Seminar tersebut juga menghadirkan narasumber Kepala Bagian Tanaman Pangan PTPN I Regional 8, Zainuddin serta Kepala Bappeda Kabupaten Maros, Sulaiman Samad.
Kegiatan itu menjadi ruang diskusi terkait strategi memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan masyarakat.
Peserta seminar juga membahas tantangan sektor pangan, penguatan hilirisasi, serta pentingnya keberpihakan terhadap petani lokal demi mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
| BUMN Mandiri Utama Finance Buka Lowongan Kerja 342 Posisi Juni 2026, Minat? Daftar di Sini! |
|
|---|
| Curi Motor di Gowa, Idong Diringkus Polisi di Maros |
|
|---|
| Tak Perlu Lagi ke Makassar, RSUD Maros Segera Layani Pasien Jantung |
|
|---|
| Sejak SMA Kepala Bapenda Maros Setia Dukung Timnas Prancis |
|
|---|
| Tradisi Pulang Haji, Jamaah Sidrap Bersolek Sebelum Sampai Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260523-Armin-toputiri-di-maros.jpg)