Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anjing Liar Berulah Lagi, Serang Pejalan Kaki di Camba Maros

Seorang pria berinisial S (53) diserang anjing liar saat berjalan kaki di sekitar Warkop Baroko 99 sekitar pukul 21.20 Wita.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
VAKSINASI ANJING - Puluhan petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta tim Balai Besar Veteriner (BBV) Maros pun telah diturunkan untuk memberikan vaksin terhadap populasi anjing yang berada di desa Cenrana, Sawaru, Timpuseng, Pattiro Deceng, Sabtu (9/5/2026).Anjing liar kembali menggigit warga di Camba Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Anjing liar kembali menyerang warga di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Seorang pria berinisial S (53) diserang anjing liar saat berjalan kaki di sekitar Warkop Baroko 99 sekitar pukul 21.20 Wita.

Kepala Puskesmas Camba, Fitriani mengatakan akibat serangan anjing liar, korban mengalami luka robek pada paha kanan.

"Seekor anjing tiba-tiba melompat dan menerkam pasien sehingga mengakibatkan luka pada paha kanan," katanya kepada Tribun Timur, Jumat (22/5/2026).

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Camba setelah diserang anjing liar untuk mendapatkan penanganan medis.

"Petugas UGD kemudian melakukan penanganan awal berupa pencucian luka selama 15 menit serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dosis pertama," sebutnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Maros, Jamaluddin mengaku belum bisa memastikan anjing liar tersebut terinveksi rabies atau tidak.

"Kami belum bisa pastikan," bebernya.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya tengah mempercepat capaian vaksinasi rabies untuk anjing di Kecamatan Camba.

Total sekitar 600 anjing telah menerima vaksin rabies.

"Saat ini tersisa Desa Pettanyamang yang belum dilakukan vaksinasi," ujarnya.

Jika vaksinasi di Kecamatan Camba rampung, maka jangkauan akan diperluas hingga Kecamatan Cenrana dan Mallawa.

Sebelumnya, Kepala BBV Maros, Agustia menyebutkan pihaknya menetapkan radius tiga kecamatan sebagai wilayah terancam penyebaran rabies, yakni Camba, Mallawa, dan  Mallawa.

Walaupun, kata dia, titik utama kasus berada di Kecamatan Camba.

“Nah, anjing yang sudah pernah menggigit tersebut, kami membuat radius sampai dengan tiga kecamatan itu daerah yang terancam. Tapi titik utamanya itu ada di Camba,” jelasnya.

Dalam penanganan darurat ini, Kementerian Pertanian menyiapkan 1000 dosis vaksin rabies untuk anjing.

Namun di tahap pertama, disalurkan sejumlah 500 dosis.

“Kami menyediakan 500 dosis berdasarkan perkiraan saat ini jumlah populasi anjing di lokasi Camba ini adalah 500 ekor,” ujarnya.

Ia menargetkan minimal 80 persen populasi anjing di wilayah tersebut sudah tervaksin dalam waktu satu bulan.

“Sampai habis semua. Minimal 80 persen dari populasi bisa tervaksin,” katanya.

Sementara untuk dua wilayah lainnya, Mallawa dan Cenrana juga disiapkan sekitar 500 dosis vaksin rabies.

"Dalam sebulan, kami menargetkan vaksinasi bisa tuntas untuk tiga wilayah ini," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved