Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MTQ Sulsel 2026

Hari Terakhir Penyisihan, Persaingan Menuju Final MTQ Sulsel Kian Sengit

Koordinator Lomba MTQ XXXIV Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, mengatakan hari ini merupakan hari terakhir penyisihan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
MTQ SULSEL -Koordinator Lomba MTQ XXXIV Sulsel, Wahyadi Syarifuddin di media Center Kemenag Maros, Kamis (16/4/2026).Seluruh cabang lomba ditargetkan rampung pada tahap penyisihan, Kamis (16/4/2026) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Hari keempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros menjadi penentu nasib peserta menuju babak final.

Seluruh cabang lomba ditargetkan rampung pada tahap penyisihan, Kamis (16/4/2026).

Persaingan antar peserta pun kian sengit karena hasil penilaian mulai mengerucut.

Koordinator Lomba MTQ XXXIV Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, mengatakan hari ini merupakan hari terakhir penyisihan.

Ia menyebut, peringkat peserta di semua cabang mulai terlihat.

“Hari ini penentuan. Semua cabang sudah mulai kelihatan siapa yang berpeluang masuk final,” katanya.

Sebagian besar cabang lomba dijadwalkan selesai pada sore hari.

Namun, beberapa cabang masih berpotensi berlanjut hingga malam.

“Rata-rata selesai sekitar pukul 18.00 Wita. Tapi ada juga yang lanjut malam. Yang jelas semua harus rampung hari ini sesuai jadwal,” katanya.

Usai penyisihan, Dewan Hakim langsung menggelar rapat penentuan finalis.

Rapat dijadwalkan berlangsung setelah Maghrib.

Bahkan, prosesnya bisa berlangsung hingga tengah malam.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh hasil penilaian benar-benar tuntas.

Panitia juga menyiapkan langkah untuk menjaga objektivitas penilaian.

Salah satunya dengan melakukan pergeseran atau rolling Dewan Hakim pada babak final.

Langkah ini untuk menghindari potensi konflik kepentingan.

“Supaya tidak ada indikasi keberpihakan, misalnya karena berasal dari daerah yang sama dengan peserta,” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua hakim dapat dirotasi.

Terutama pada cabang yang membutuhkan keahlian khusus seperti tafsir bahasa Arab dan bahasa Inggris.

"Total Dewan Hakim dalam MTQ kali ini mencapai 107 orang, termasuk panitera dan pengawas," sebutnya.

Selain itu, panitia juga menerapkan sistem baru untuk meningkatkan kualitas penilaian.

Dewan Hakim tidak lagi ditempatkan di depan peserta, melainkan di belakang mimbar.

Identitas peserta pun dirahasiakan selama proses penilaian berlangsung.

"Hakim hanya mengetahui nomor tampil tanpa nama maupun asal daerah," sebutnya.

Sistem ini diterapkan untuk memastikan penilaian berlangsung objektif.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada cabang kaligrafi.

Area lomba dibatasi ketat dan peserta dilarang menggunakan ponsel.

Langkah ini untuk mencegah potensi kecurangan.

Wahyadi berharap sistem tersebut mampu menghasilkan peserta terbaik.

Peserta yang lolos nantinya diproyeksikan bersaing di tingkat nasional.

“Dengan sistem ini, kita optimistis kualitas penilaian lebih terjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ XXXIV Sulsel, Muetazim Mansyur, memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan sesuai jadwal.

“Kalau melihat progres lomba, insya Allah semua berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menegaskan, babak final tetap akan dilaksanakan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Final akan dilaksanakan tanggal 17,” katanya.

Muetazim juga menyampaikan bahwa persiapan penutupan MTQ saat ini telah memasuki tahap akhir.

Penutupan dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 di venue utama.

“Kita doakan semua berjalan lancar,” ujarnya.

Mantan Kadis PU itu menambahkan, seluruh tim yang terlibat telah melakukan finalisasi untuk memastikan kelancaran acara penutupan.

“Tim juga sudah melakukan finalisasi untuk penutupan di venue utama,” tutupnya

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved