Cuaca Buruk
ASN Tedampak Bencana di Maros Boleh WFA
Pemkab Maros beri kelonggaran kerja ASN dan sekolah terdampak banjir serta cuaca ekstrem.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Pemkab Maros memberikan kelonggaran aktivitas kerja dan pendidikan akibat cuaca ekstrem.
- ASN di wilayah terdampak banjir diizinkan bekerja dengan sistem WFA, sementara sekolah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran daring.
- Bupati Chaidir Syam menegaskan kebijakan ini bersifat situasional demi keselamatan warga. BMKG mengingatkan Sulsel masih berada di puncak musim hujan hingga 20 Januari.
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memberikan kelonggaran aktivitas kerja dan pendidikan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di wilayah terdampak banjir dan cuaca ekstrem diizinkan menjalankan sistem Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan untuk memastikan keselamatan ASN, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kondisi saat ini memang sangat ekstrem. Tadi saat upacara kami umumkan bahwa seluruh ASN yang berada di lokasi-lokasi dengan kondisi ekstrem diizinkan melaksanakan WFA dengan persetujuan kepala OPD masing-masing,” katanya saat ditemui usai upacara di Lapangan Pallantikang, Senin (12/1/2026).
Chaidir menegaskan kebijakan tersebut bersifat situasional dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain ASN, Pemkab Maros juga memberikan kelonggaran bagi aktivitas pendidikan di sekolah-sekolah terdampak.
Dinas Pendidikan Maros telah diimbau agar mengizinkan satuan pendidikan yang terdampak banjir maupun cuaca ekstrem untuk melaksanakan pembelajaran daring.
“Kami sudah mengimbau Dinas Pendidikan agar sekolah-sekolah yang terdampak banjir atau kondisi cuaca saat ini bisa diizinkan melakukan pembelajaran daring bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Wilayah yang saat ini terdampak banjir berada di Kecamatan Maros Baru. Sementara itu, angin puting beliung dilaporkan menyebabkan kerusakan cukup parah di Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Turikale.
Chaidir juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan.
“Berdasarkan pengumuman BMKG, kita diminta siaga hingga 20 Januari. Beberapa kecamatan diharapkan tetap waspada sampai tanggal tersebut,” katanya.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri, menyebutkan wilayah Sulsel saat ini masih berada pada puncak musim hujan.
Kondisi tersebut ditandai dengan tingginya akumulasi curah hujan bulanan yang disertai potensi angin kencang dan petir.
Meski demikian, Syamsul menegaskan intensitas hujan diperkirakan tidak terlalu ekstrem karena tidak adanya pengaruh kuat fenomena El Nino maupun La Nina.
“Saat ini kondisi iklim tergolong netral,” ujarnya.
| Cuaca Buruk Sejak Desember, Harga Ikan di Makassar Melonjak |
|
|---|
| 2 Tiang Listrik Patah di Kompleks Kantor Bupati Maros, Kabel Melintang di Jalan |
|
|---|
| Tembok Kamar Indekos di BTP Makassar Ambruk Akibat Hujan dan Angin Kencang, 2 Penghuni Tertimpa |
|
|---|
| Angin Selat Makassar 30,5 Km/Jam, Arus Lalulintas di Jalan Tol Tersendat |
|
|---|
| Akibat Cuaca Buruk Pesawat Qatar Airways Tujuan Bali Dialihkan ke Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-12-januari-chadir123333.jpg)