Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kupu-kupu Terbang Setapak

Ketua Panitia, Faika S.Pd.i, mengakui bahwa persiapan yang dilakukan memerlukan waktu panjang dan tenaga yang tidak sedikit.

dok pribadi
PESERTA PRAMUKA - Suasana semarak pelaksanaan Cheetah Scout Competition (CHEESCO) III di halaman MIN Maros, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ratusan peserta Pramuka dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti lomba yang digelar selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025. 

Khadijah Gafar melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Maros patut berbangga, di tengah hiruk pikuk perkembangan zaman dan tantangan pendidikan yang kian kompleks, generasi mudanya berhasil menorehkan sejarah baru.

Baru-baru ini, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Maros sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Cheetah Scout Competitiom(CHEESCO) III Tingkat Sulawesi Selatan untuk Pramuka Penggalang SD\MI dan SMP\MTs.

Sebuah pencapaian membanggakan dari lembaga pendidikaan yang berada di pelosok, namun memiliki semangat besar untuk memajukan generasi muda.

MIN Maros yang berlokasi sekitar dua kilometer dari jalan poros Makassar-Maros, tepatnya di dusun Kalli-kalli, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, menjadi pusat perhatian selama tiga hari, dari tanggal 3-5 Oktober 2025.

Sekolah sederhana itu mendadak ramai oleh tenda-tenda peserta, bendera Pramuka yang berkibar, dan suara riuh sorak semangat dari para peserta lomba.

Menggelar ajang sebesar CHEESCO bukan hal mudah.

Ketua Panitia, Faika S.Pd.i, mengakui bahwa persiapan yang dilakukan memerlukan waktu panjang dan tenaga yang tidak sedikit.

“Jumlah peserta yang membludak membuat kami harus bekerja ekstra. Tapi semua terbayar dengan antusiasme dan semangat peserta”, ujarnya dengan senyum lega.

Namun, dibalik suksesnya acara ini, ada kisah yang lebih menyentuh hati.

Masyarakat di sekitar madrasah menunjukkan kepedulian luar biasa.

Pedagang kaki lima hingga warga bahu membahu memberikan dukungan.

Ada yang menyumbangkan sebagian keuntungan jualan, ada pula yagng membuka rumah mereka bagi para peserta untuk beristirahat dan mandi.

“Kami senang, anak- anak ini datang dari jauh untuk belajar dan kamipun ikut bersemangat,” tutur Hasanuddin, salah satu pedagang minuman di sekitar lokasi.

Dukungan masyarakat ini menjadi cermin kuatnya integritas dan solidaritas sosial warga Maros.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved