Makassar Mulia

Pete-pete Laut Makassar Ditarget Berlayar Awal Juni

Pemkot Makassar
TRANSPORTASI LAUT - Pete-pete laut milik Pemerintah Kota Makassar. Transportasi laut ini target soft launching Juni 2026 dengan rute meliputi daratan Makassar menuju Barrang Lompo, kemudian ke Lumu-Lumu, Langkai, Lanjukang, hingga kembali melalui Bonetambu.  
Ringkasan Berita:
  • Dishub Makassar menyelesaikan proses administrasi dan perawatan kapal 'Pete-pete Laut'. 
  • Saat ini kapal memasuki tahap akhir berupa pengerukan cat lama dan pengecatan ulang dengan branding khusus, dengan target peluncuran setelah libur Iduladha.
  • Pada tahap awal, layanan akan beroperasi sebagai uji coba untuk mengukur kebutuhan dan antusiasme masyarakat. 
  • Rute yang dilayani meliputi Barrang Lompo, Lumu-Lumu, Bone Tambung, Langkai, hingga Lanjukang.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Program transportasi laut atau pete-pete laut yang digagas Pemerintah Kota Makassar kini memasuki tahap akhir persiapan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza mengatakan proses administrasi dan perawatan kapal telah rampung dilakukan.

Menurutnya, saat ini kapal menjalani tahap pengerjaan akhir berupa pengerukan cat lama dan pengecatan ulang dengan desain khusus.

"Alhamdulillah karena harus berproses administrasi dalam pengertian perawatan kapal ini. Baru tuntas pekan lalu," kata Rheza, Senin (1/6/2026). 

Rheza mengatakan dalam beberapa hari terakhir pihak rekanan fokus mengecat untuk kebutuhan branding pete-pete laut.

Penggunaan cat dan desain yang diterapkan disiapkan secara khusus agar identitas layanan transportasi laut tersebut lebih mudah dikenali masyarakat.

"Sudah empat sampai lima hari ini rekanan mengadakan pengerukan cat karena kita harus branding. Branding khusus, cat khusus terkait pete-pete laut ini," katanya.

Dinas Perhubungan menargetkan seluruh proses pengecatan selesai setelah libur Iduladha.

Jika tidak ada kendala, pete-pete laut akan mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada awal Juni ini.

"InsyaAllah kami target setelah lebaran ini selesai pengecatan. Mudah-mudahan awal Juni kita launching," kata Rheza.

Baca juga: Dishub Makassar Mulai Survei Jalur Pete-pete Laut, Pastikan Kesiapan Armada dan Dermaga

Tahap awal akan difokuskan pada uji coba operasional untuk melihat minat dan kebutuhan masyarakat kepulauan terhadap layanan tersebut.

Menurutnya, evaluasi akan dilakukan selama masa percobaan sebelum program dijalankan secara berkelanjutan.

"Kita trial dulu, melihat bagaimana antusias masyarakat dan bagaimana kemanfaatannya. Kalau memang sangat dibutuhkan masyarakat, insyaallah akan berlanjut terus," katanya.

Untuk rute awal, pete-pete laut tetap akan melayani jalur yang telah direncanakan sebelumnya.

Dermaga Barrang Lompo akan menjadi titik keberangkatan utama menuju sejumlah pulau di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Rute tersebut meliputi Barrang Lompo, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Bone Tambung, Pulau Langkai, hingga Pulau Lanjukang sebagai titik terjauh.

Pada tahap awal, frekuensi pelayaran masih terbatas karena menyesuaikan anggaran yang tersedia.

Dishub Makassar merencanakan operasional pete-pete laut dilakukan satu kali dalam sepekan.

Penentuan hari pelayaran akan dibahas bersama lurah dan camat di wilayah kepulauan agar tidak bertabrakan dengan aktivitas utama masyarakat setempat.

"Kemungkinan sekali sepekan dulu. Nanti kita rapatkan dengan lurah dan camatnya hari apa yang cocok," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar warga pulau berprofesi sebagai nelayan sehingga jadwal pelayaran harus disesuaikan dengan pola aktivitas mereka.

Menurut Rheza, terdapat hari-hari tertentu ketika nelayan tidak melaut sehingga berpotensi menjadi waktu yang tepat untuk pengoperasian pete-pete laut.

"Kita lihat apakah hari Jumat atau hari libur yang paling cocok untuk masyarakat di sana," katanya.

Untuk kapasitas angkut, kapal yang digunakan mampu membawa sekitar 25 penumpang, dan dalam kondisi tertentu dapat mencapai 30 orang.

Namun jumlah penumpang nantinya tetap akan disesuaikan dengan pertimbangan keselamatan pelayaran.

"Ya, bisa sampai 30, cuma kita lihat dulu kondisinya karena ini kapal kayu," ujar Rheza.

Selain mengangkut penumpang, kapal juga memungkinkan warga membawa barang bawaan pribadi dan kebutuhan belanja sehari-hari.

Meski demikian, pengangkutan barang berukuran besar masih menghadapi tantangan karena kondisi dermaga di beberapa pulau belum memadai.

Rheza menjelaskan hanya Dermaga Barrang Lompo dan Bone Tambung yang saat ini dinilai cukup representatif untuk aktivitas sandar kapal.

Sementara dermaga di Pulau Langkai mengalami kerusakan, sedangkan di Pulau Lanjukang penumpang masih harus menggunakan perahu kecil atau jolloro' untuk mencapai daratan.

Karena itu, pengangkutan barang berukuran besar seperti peralatan rumah tangga akan membutuhkan proses tambahan saat bongkar muat.

Meski masih dalam tahap uji coba, Pemerintah Kota Makassar berencana menggratiskan layanan pete-pete laut bagi masyarakat.

"Sejauh ini sih, kita rencananya free," tutup Rheza.(*)