Makassar Mulia
IGS 2026, Pemkot Makassar Target Deal Bisnis Internasional
Ringkasan Berita:
- Makassar jadi tuan rumah IGS 2026 yang menghadirkan forum business matching (B2B) dengan sekitar 31 negara OKI dan 18 negara sahabat.
- Event ini ditargetkan mendorong ekspor dan jejaring pasar global, khususnya ke Timur Tengah, melalui kurasi ketat pelaku usaha dan promosi potensi daerah.
- Pemkot Makassar menekankan hasil konkret, seperti terciptanya kerja sama bisnis dan peluang investasi (termasuk kawasan Untia).
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 akan menjadi ruang bagi pelaku usaha melakukan ekspansi.
Tahun ini, Pemkot Makassar akan menjadi tuan rumah IGS, salah satu rangkaiannya business matching atau B2B.
Agenda tersebut akan mempertemukan pelaku usaha dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Tercatat sekitar 31 negara OKI dan 18 negara sahabat direncanakan hadir dalam forum tersebut.
Kegiatan ini direncanakan digelar pada 23 hingga 25 Juni 2026 mendatang.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Makassar, Mario Said menyampaikan, event ini berpeluang mendorong ekspor dan memperluas jejaring pasar bagi pelaku usaha lokal.
Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha Makassar menembus pasar negara-negara OKI.
“Pelaksanaan kegiatannya nanti akan dilaksanakan insyaallah di Hotel Rinra, dengan menggunakan dua ruangan, Macora 1 dan Macora 2,” kata Mario Said di Balaikota Makassar, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Pemkot Makassar Petakan Kompetensi ASN, Ukom Kunci Penempatan Jabatan
Selain kesiapan lokasi, Pemkot Makassar juga tengah merampungkan profil potensi daerah serta data perusahaan yang akan dipromosikan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pelaku usaha yang terlibat benar-benar siap bersaing di pasar internasional.
Kurasi terhadap pelaku usaha juga akan melibatkan Kementerian Luar Negeri agar sesuai dengan kebutuhan pasar negara tujuan.
“Alhamdulillah Pak Wali Kota juga menyambut baik apa yang menjadi data-data yang kita sudah tayangkan tadi di hadapan beliau,” ungkapnya.
Ia berharap forum tersebut mampu mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial secara langsung.
Terlebih, banyak pelaku usaha Makassar yang telah menembus pasar global namun belum menjangkau kawasan Timur Tengah.
“Ya seperti misalnya mereka banyak ke Jepang, mereka banyak ke Eropa dan Amerika. Dan itu barangkali kita tawarkan juga mudah-mudahan bisa ekspansi juga di negara-negara Timur Tengah,” katanya.
Selain produk ekspor, peluang investasi daerah juga akan ditawarkan dalam forum tersebut.
Salah satu yang tengah dipertimbangkan adalah pengembangan kawasan Untia sebagai bagian dari potensi investasi strategis.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya hasil nyata dari pelaksanaan Indonesia Gastro Diplomacy Series (IGS) 2026.
Ia ingin kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi mampu melahirkan kerja sama nyata antara pelaku usaha Makassar dan negara mitra.
“Jadi, kita memastikan bahwa kegiatan itu bisa memberikan benar-benar manfaat. Minimal ada pola kerjasama atau deal-deal business yang terjadi antara mereka,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran para duta besar dan perwakilan negara harus dimanfaatkan untuk membuka peluang bisnis baru.
Ia berharap interaksi yang terbangun dapat berlanjut menjadi hubungan kerja sama jangka panjang.
Munafri juga menekankan pentingnya kurasi ketat terhadap pelaku usaha yang akan ditampilkan dalam forum internasional tersebut.
Ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Penanaman Modal dan PTSP, untuk memastikan kualitas peserta.
“Maka dari itu kami meminta kepada rekan-rekan dari dinas PTSP dan seluruh elemen yang ada untuk benar-benar melakukan kurasi terhadap usaha-usaha atau perusahaan-perusahaan,” tegasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260506-Munafri-Arifuddin-pimpin-rapat-persiapan-IGS-2026.jpg)