Makassar Mulia
Terminal Mallengkeri Makassar Ditata, 100 Pedagang Pasar Kalimbu Siap Direlokasi
Ringkasan Berita:
- Jalan kawasan Terminal Mallengkeri kini mulus.
- Sekitar 100 pedagang dari Pasar Kalimbu akan dipindahkan dengan konsep pasar bongkar muat di area terminal.
- Terminal tetap beroperasi sambil dikembangkan lewat kerja sama lintas instansi.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akses jalan kawasan Terminal Mallengkeri, Kota Makassar kini mulus.
Pembenahan jadi langkah awal penataan kawasan yang disiapkan untuk menampung pedagang dari Pasar Kalimbu.
Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro mulai menata kawasan sejak awal 2026.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin mengatakan perbaikan fokus pada akses jalan yang sebelumnya rusak dan kerap tergenang saat hujan.
"Jalannya kemarin berlubang, terus kalau hujan ada genangan. Alhamdulillah di tahun 2026 ini sudah ada perubahan," katanya di Terminal Mallengkeri, Jumat (17/4/2026).
Pembenahan diharapkan memberi kenyamanan bagi pengguna terminal maupun aktivitas lain yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.
Selain pembenahan fisik, Terminal juga mendorong kolaborasi lintas instansi, khususnya dengan Perumda Pasar Makassar.
Baca juga: 20 Lapak PKL Ditertibkan di Jalan Kalimantan, Pemkot Makassar Siapkan Solusi Relokasi
Langkah ini berkaitan dengan rencana relokasi pedagang dari Pasar Kalimbu, Jl Veteran Utara.
"Pak Wali menginstruksikan bahwa pedagang yang ada di Pasar Kalimbu itu akan ditertibkan," ujar Elber.
Sebelumnya, relokasi sempat terkendala karena pedagang menilai kondisi infrastruktur belum memadai.
Namun kini, perbaikan jalan telah rampung sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda relokasi.
Elber memastikan, sebagian besar pedagang siap direlokasi ke Terminal Mallengkeri.
Berdasarkan data, sekitar 100 mobil pedagang akan dipindahkan.
Konsep yang disiapkan berupa pasar bongkar muat dengan opsi tambahan penyewaan kios bagi pedagang yang membutuhkan.
Bakal Gandeng Bluebird
Meski akan diisi aktivitas pasar, fungsi utama Terminal Mallengkeri tidak akan hilang.
"Kita cuma menyediakan lahan saja, terminalnya tetap jalan, pasarnya juga jalan," kata Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, Jumat (17/4/2026).
Ia mengakui aktivitas terminal saat ini turun, terutama setelah berkurangnya angkutan pete-pete.
"Dulunya pete-pete banyak di sini, tapi sekarang sudah bertransformasi, sehingga volumenya berkurang," kata Elber.
Ke depan, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi Bluebird untuk meramaikan terminal.
Untuk pengelolaan retribusi pedagang, tetap menjadi kewenangan Perumda Pasar.
Sementara sumber pendapatan terminal berasal dari layanan operasional seperti peron, karcis, dan sewa lahan.
Ia memastikan seluruh skema kolaborasi tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Direktur-Utama-Perumda-Terminal-Makassar-Metro-Elber-Maqbul-Amin.jpg)