Makassar Mulia
DLH Makassar dan Sulsel Kompak Tata CPI, dari Pembersihan hingga Penghijauan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bersama DLH Provinsi Sulawesi Selatan memadati kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) pagi tadi, Jumat (27/3/2025).
Mereka turun langsung ke lapangan, melakukan gerakan kerja bakti.
Sejak pagi hari, para petugas telah menyebar di berbagai titik kawasan.
Dengan membawa peralatan kerja, mereka bergerak cepat melakukan pembersihan.
Sebagian memangkas ranting pohon yang mulai menjuntai ke area jalan dan jalur pedestrian.
Sementara yang lain merapikan hamparan rumput liar yang tumbuh tidak beraturan.
Di sisi lain, petugas kebersihan sigap mengumpulkan sampah-sampah yang tersebar, lalu memindahkannya ke armada pengangkut yang siaga di lokasi.
Pemandangan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kebersihan dan estetika ruang publik.
Baca juga: Dukung Makassar Zero Waste 2029, BNS Salurkan Tempat Sampah Botol Plastik ke DLH
Khususnya di kawasan strategis seperti CPI yang menjadi salah satu wajah Kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi DLH Kota Makassar dan DLH Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI.
Sebuah gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, yang turut memantau jalannya kegiatan.
Ia menegaskan, keterlibatan penuh seluruh personel merupakan bentuk komitmen konkret pemerintah kota dalam penanganan lingkungan yang berkelanjutan.
“Seluruh personel kami turunkan, lintas bidang, lengkap dengan armada pengangkut dan peralatan teknis. Ini kami lakukan agar penanganan di lapangan bisa berjalan efektif, cepat, dan terintegrasi,” ujarnya.
Helmy menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pembersihan sesaat.
Tetapi juga penataan kawasan secara menyeluruh.
Baca juga: Tekanan Psikologis di Balik Megahnya CPI
Mulai dari pemangkasan vegetasi yang berpotensi mengganggu, pembersihan sampah di area publik, hingga pengangkutan hasil kerja dilakukan dalam satu sistem kerja terpadu.
“Kami ingin memastikan bahwa kawasan CPI ini tetap terjaga kebersihannya, rapi secara visual, dan tentu saja nyaman bagi masyarakat yang datang beraktivitas,” jelasnya.
Menurutnya, kawasan publik seperti CPI memiliki fungsi penting.
Tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan simbol wajah kota.
Karena itu, kebersihan dan kerapihan menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan.
“Kalau kawasan ini bersih dan tertata, masyarakat juga akan lebih nyaman. Harapannya, kesadaran untuk menjaga kebersihan itu ikut tumbuh dari masyarakat sendiri,” tambah Helmy.
Selain fokus pada kebersihan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi penghijauan.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, hadir langsung bersama jajaran SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan penanaman pohon tabebuya di sejumlah titik di kawasan CPI.
Dengan mengenakan pakaian lapangan, Fatmawati tampak ikut menanam bibit pohon, didampingi sejumlah pejabat dan petugas.
Kehadiran pohon tabebuya ini diharapkan dapat memperindah kawasan sekaligus memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
“Penanaman pohon ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas udara dan kenyamanan kota,” kata Fatmawati.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara DLH Kota Makassar dan DLH Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai menjadi contoh sinergi positif dalam penanganan isu lingkungan.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi itu penting. Pemerintah provinsi dan kota bisa berjalan bersama untuk tujuan yang sama, yaitu menjaga lingkungan kita,” ujarnya.
Para pejabat struktural DLH Kota Makassar, mulai dari kepala bidang hingga koordinator lapangan, terlihat aktif mengawal jalannya kegiatan.
Mereka memastikan setiap titik tertangani dengan baik dan tidak ada area yang terlewatkan.
Satgas kebersihan pun bekerja tanpa henti, mengangkut hasil pemangkasan dan pembersihan untuk memastikan kawasan benar-benar bersih.
Dalam waktu beberapa jam, perubahan mulai terlihat.
Area yang sebelumnya tampak kurang terawat menjadi lebih rapi, bersih, dan tertata.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis.
Melainkan upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap kawasan CPI dapat terus terjaga sebagai ruang publik yang bersih, hijau, dan nyaman.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260327-Gerakan-Indonesia-Asri-di-CPI.jpg)